Edison: Tugas Pokok TNI adalah Operasi Militer untuk Perang

Edison: Tugas Pokok TNI adalah Operasi Militer untuk Perang

BERBAGI
Kasdim 1206/ Putussibau, Mayor Kavalery Edison/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Kasdim 1206/ Putussibau, Mayor Kavalery Edison, menuturkan, tugas pokok TNI terbagi menjadi dua. Pertama adalah operasi militer untuk perang.

“TNI akan perang kalau ada persetujuan Presiden dan DPR RI,” tegasnya di Aula Setda Kapuas Hulu, Rabu (13/9).

Tugas pokok yang kedua, lanjutnya, adalah operasi militer selain perang. Dalam hal ini ada 14 poin penekanan dan diantaranya penanggulangan bencana, termasuk membantu tugas pokok pemerintah dan kepolisian sesuai.

“Kami bisa membantu Polri apabila diperlukan. Seperti bekaitan dengan pemilihan kepala daerah, dimana TNI ikut mengamankan berjalannnya proses tersebut,” tegas Edison.

Terkait Pilkada, kata Edison, pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar sudah didepan mata. Pesta demokrasi itu akan dilaksanakan di 2018.

“Beberapa pengamat melihat Pilgub Kalbar akan diskemakan sama dengan Pilgub DKI Jakarta lalu. Mengangkat isu SARA (Suku Agama Ras dan Antargolongan),” ucapnya.

Edison menuturkan Pemilu memang sering dimanfaatkan dengan isu SARA. Sebab itu, kata dia, semua pihak harus hati-hati menyikapi terutama para pelajar dan kaum muda.

“Sel-sel tidur gerakan sara ini perlu diantisipasi. Bisa saja ISIS masuk semua lini, termasuk Pilkada yang dapat memicu konflik horizontal,” tegasnya.

Sebab itu, Edison menegaskan sebagai bagian dari bangsa Indonesia, masyarakat harus tetap pegang ideologi bangsa, yaitu pancasila dan bhinekatunggal ika.

“Perbedaan ras jangan dipermasalahkan,” ungkapnya.

Mencitai bangsa, kata Edison harus mulai dari diri sendiri. Khusus bagi anak muda, mencintai bangsa harus dimulai dari hal dasar seperti saat menyanyikan lagu kebangsaan.

“Jangan cengengesan anak-anak harus sikap sempurna. Bagaimana mau korbankan diri untuk bangsa, kalau hal kecil tidak diperhatikan,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR