Petani Sambas Keluhkan Harga Padi Anjlok

Petani Sambas Keluhkan Harga Padi Anjlok

BERBAGI
Foto : Panen padi di Sambas/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Petani padi di Sambas mengeluhkan harga padi yang mengalami penurunan harga pada musim panen saat ini. Selain harga padi anjlok, para petani juga dihadapkan dengan persoalan sulitnya untuk menjual padi hasil panen.

Seperti disampaikan oleh Maria, petani dusun Batu Bedinding desa Sungai Toman kecamatan Salatiga, ia mengatakan anjloknya harga padi sudah terjadi sejak panen musim tanam yang lalu.

“Penurunan harga padi sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, untuk sekarang padi dari petani dibeli oleh pengumpul dengan harga Rp3500 perkilonya. Lebih parah lagi, dengan tersebut kami kesulitan untuk menjualnya,” ujar Maria, Rabu (13/9).

Ia mengungkapkan, sebelum seperti harga sekarang. Padi hasil panen para petani masih dibeli dengan harga Rp4200.

“Bahkan ketika itu, jika kualitas padinya bagus maka pengumpul padi berani membeli dengan harga Rp5 ribu setiap kilonya,” ucap Maria.

Menurut Maria, dengan kondisi harga seperti sekarang membuat semangat para petani untuk menanam padi jadi berkurang, karena untuk mengolah lahan dibutuhkan modal untuk membeli racun rumput, pupuk, bibit, dan yang lainnya.

“Jika musim panen padi petani dengan harga seperti sekarang, para petani tentu akan rugi,” sebut Maria.

Untuk itu dirinya berharap kepada pemerintah daerah, agar bisa mencarikan solusi bagi petani. Terutama masalah harga, karena dengan harga padi yang bagus akan menjadi penyemangat untuk bertani.

“Bertani sudah menjadi pekerjaan tetap kami, jika harga padi tidak sebanding dengan biaya produksi tentu akan menambah beban kehidupan kami. Lantaran, dengan hasil padi kami gunakan untuk biaya hidup, bahkan membayar biaya sekolah anak. Kami harus menjual padi terlebih dahulu, karena bertanilah sumber pendapatan keluarga,” jelasnya.

Menyikapi keluhan petani atas anjloknya harga padi, Sekretaris umum Gegertani Kabupaten Sambas, Juliadi membenarkan tentang kondisi di lapangan mengenai harga padi di setiap desa dan Dusun yang ada di Kabupaten Sambas

“Sekarang memang harga padi di tingkat petani mengalami penurunan harga, sehingga harus menjadi perhatian bersama, pemerintah dan SKPD terkait harus bisa mencarikan solusi yang terbaik untuk petani,” kata Juliadi.

Sektor pemasaran dan pengolahan hasil padi juga menurutnya, harus di kelola dengan baik, sehingga kendala harga pun bisa di atasi bersama.

“Harus ada langkah cepat pemerintah kabupaten, agar dapat membantu petani. Dalam hal ini, semuanya harus bersinergi. Wakil rakyat dalam hal ini anggota dewan dihadapkan memperlihatkan peranya bagaimana membantu petani kita,” tegasnya.

Kabupaten Sambas sebut Juliadi, merupakan salah satu lumbung pangan di Kalimantan Barat. Jangan sampai juga menjadi lumbung kemiskinan, akibat harga produk pertanian yang tidak menjanjikan.

“Melihat kondisi seperti sekarang, terkait harga padi. Kedepan Sambas harus membentuk Badan Usaha Milik Daerah bidang Tanaman Pangan. Gegertani saat ini juga, fokus membina dan mendampingi pemuda tani di Kabupaten Sambas, karena partisipasi dan pemikiran pemuda sangat di perlukan untuk kemajuan pertanian di kabupaten Sambas,” pungkasnya.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR