Plus Minus Penggunaan Lensa Kontak

Plus Minus Penggunaan Lensa Kontak

BERBAGI
Foto: dr Jean Francis Melanny Kassiuw/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Lensa kontak banyak digunakan bukan saja oleh orang yang mengalami masalah mata, tetapi juga digunakan demi kepentingan fashion. Penggunaan lensa kontak dirasa lebih praktis dan juga lebih bergaya, sehingga terkadang dapat menambah kepercayaan diri pemakainya. Akan tetapi lensa kontak memiliki risiko-risiko yang cukup berbahaya bagi kesehatan mata.

Jean Francis Melanny Kassiuw, mengatakan, pemakaian lensa kontak dapat mengakibatkan bengkak pada mata, mata kering, hingga infeksi pada kornea mata. Kornea merupakan lapisan bening di bagian depan mata yang akan dilalui cahaya dalam proses penglihatan, sehingga kerusakan pada kornea akan mengakibatkan masalah pada penglihatan.

“Lensa kontak itukan ditempel langsung pada mata kornea, jika kebersihan dari lensa kontak ini tidak terjaga dengan baik maka kotoran ataupun kuman dapat langsung menempel dan menginfeksi mata (kornea) kita. Itu mengakibatkan luka yang bergaung (ulkus),” ujar dokter yang bertugas di Puskesmas Putussibau Selatan ini, Rabu (13/9).

Kemudian terkait peradangan pada daerah kornea mata atau keratitis, kata Jean, itu akibat pemakaian lensa kontak paling sering disebabkan oleh infeksi jamur.

“Jika kornea mata kita mengalami luka, meski sudah diobat dan sembuh, tetap akan ada bekas luka yang bersifat permanen. Bekas luka itu hanya dapat dihilangkan dengan cangkok kornea,” terangnya.

Sebaliknya jika tidak diobati dengan baik maka luka tersebut dapat menyebabkan infeksi yang lebih luas dan lebih dalam. Apabila mengenai seluruh bola mata, maka akan berujung dengan pengangkatan bola mata.

Lulusa Fakultas Kedokteran Tarumanegara Jakarta ini juga menyarankan beberapa hal, bagi masyarakat yang menggunakan lenska kontak. Masyarakat harus mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, keringkan dengan handuk tanpa serat sebelum memasang ataupun melepaskan lensa kontak. Lalu cuci lensa kontak dengan cairan pembersihnya, serta gosok lembut lensa kontak dengan jari anda.

“Lepaskan lensa kontak pada saat hendak berenang dan tidur,” tegas perempuan berusia 25 tahun ini.

Masyarakat jangan mencuci dan merendam lensa kontak dengan air ataupun cairan desinfektan. Apalagi menggunakan air liur untuk membasahi lensa kontak, karena air liur bukan merupakan cairan yang steril.

“Lensa kontak sebaiknya digunakan paling lama 6 hingga 8 jam dalam sehari. Sebaiknya menggunakan lensa kontak yang harian (satu kali pakai), karena ini dapat meminimalkan risiko terjadinya infeksi,” tuturnya.

Jika menggunakan lensa kontak yang bulanan, maka kata Jean sebaiknya mengganti lensa kontak sesuai dengan waktu yang ditentukan. Reaksi alergi juga perlu diperhatikan karena itu bisa muncul cepat ataupun setelah beberapa tahun penggunaan.

“Jika tidak nyaman saat memakai lensa kontak, sebaiknya hindari pemakaian lensa kontak dan segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata untuk mengetahui keadaan mata anda,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY