Midji Minta ASN Berhenti Merokok

Midji Minta ASN Berhenti Merokok

BERBAGI
Foto : Sutarmidji saat memberikan pengarahan pada ASN yang masih merokok/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dalam kegaiatan pengambilan sumpah dari 222 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, pada Kamis (14/9), Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memanggil para ASN yang masih memiliki kebiasaan merokok.

Satu per satu, para ASN tersebut ditanyai oleh Midji perihal berapa banyak rokok yang mereka habiskan dalam satu hari. Selain itu, ia juga minta agar para ASN tersebut untuk berhenti merokok, karena akan mengganggu produktivitas kinerjanya sebagai ASN berdasarkan jam kerja yang harus dipenuhi.

Midji mengatakan, dirinya tidak melarang orang untuk merokok, hanya saja seorang ASN memiliki tuntutan kerja sebanyak 37 jam per minggu.

Dari hasil pertanyaannya pada para ASN yang dipanggil tersebut, seorang dari mereka bisa menghabiskan rokok dari 12 batang sampai 15 batang per harinya. Jika untuk menghabiskan satu batang rokok butuh waktu 6 menit, berarti dalam satu hari mereka menghabiskan waktu 90 menit untuk menuntaskan kebutuhan merokoknya.

“90 menit itu satu setengah jam, kalikan lima hari berarti 7,5 jam. Belum lagi keluar masuk untuk merokoknya bisa jadi satu minggu itu untuk merokok saja habis waktu kurang lebih 10 jam, tinggal lah 27 jam. Inilah yang membuat ASN itu menjadi tidak produktif. Coba mulai kurangi kemudian berhenti supaya sehat, Insha Allah bisa sehat lah,” lanjutnya.

Mengatasi hal ini, dirinya mewacanakan untuk memberikan sertifikat pada ASN perokok yang berhasil menghentikan kebiasaan buruknya tersebut. Hal itu nantinya juga bisa bermanfaat sebagai konduite atau tanda bahwa ASN tersebut taat terhadap tata tertib.

Apalagi, imbuhnya, hampir semua Pejabat di lingkungan Pemkot sudah tidak ada lagi yang merokok. Karena itu saat ini ia merasa tiba gilirannya untuk melanjutkan hal tersebut kepada para ASN yang ada dibawahnya. Terlebih pajak rokok yang diserahkan ke daerah, 50 persennya harus dialokasikan untuk kegiatan yang berorientasi pada mengajak orang untuk berhenti merokok.

Terkait dengan kebutuhan ASN Kota Pontianak yang dirasa masih kurang, Midji mengatakan hal itu tidak masalah selama mereka bisa bekerja secara produktif untuk memenuhi jam kerja selama 37 jam per minggunya.

“Selama ini Pemkot walaupun kekurangan personil masih bisa memberi pelayanan yang baik. Sebabnya karena itu tadi, ASN nya produktif,” pungkasnya.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR