Mulai 1 Januari, Transaksi SPBU Gunakan Sistem Non Tunai

Mulai 1 Januari, Transaksi SPBU Gunakan Sistem Non Tunai

BERBAGI
Foto: Contoh kartu transaksi non tunai/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – General Manager Pertamina, Yanuar Budi Hartanto, mendatangi Wali Kota Pontianak, Sutarmidji untuk membicarakan kebijakan SPBU yang akan menggunakan pembayaran melalui sistem uang elektronik mulai 1 Januari 2018 mendatang.

Uang elektronik merupakan sistem pembayaran dengan menggunakan kartu khusus yang telah diisi sejumlah nominal tertentu pada mesin pembayar yang akan disediakan oleh pihak pertamina pada setiap SPBU yanga ada.

Pertemuan tersebut juga turut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Kalimantan Barat, Dwi Suslamanto.

Dwi mengatakan, Kota Pontianak jika dilihat dari persyaratan dasar untuk memberlakukan kebijakan tersebut sudah sangat siap. Sebab, struktur kependudukan Kota Pontianak saat ini sudah dominan dengan Gen Y (generasi dengan usia 10 – 19 tahun) dan Gen Z (usia belasan hingga 30 tahun).

Sudah menjadi rahasia umum jika kedua generasi tersebut sangat akrab dengan benda yang bernama smartphone. Bahkan saat ini benda tersebut sering dipakai untuk melakukan segala transaksi yang bersifat non tunai.

“Karakter Gen Y itu suka yang simple. Kalau pembelian di SPBU menjadi lebih simpel mereka juga akan lebih senang,” kata Dwi.

Menurutnya, ada beberapa kelemahan yang didapat jika menggunakan uang cash. Selain harus dibawa dalam jumlah yang banyak hingga membuat dompet tebal, dan membawa rasa tidak nyaman pada pembawanya, ancaman lain juga dapat muncul dari uang palsu.

Selain itu untuk mengelola uang tersebut, pihak pertamina harus terlebih dahulu mendatangi SPBU dengan tujuan mengambil uang yang ada agar bisa dimasukkan ke dalam bank. Selama belum berada di tangan bank, maka uang yang ada tidak akan bisa di kelola oleh pihak Perbankan.

Dari segi kemanan, hal itu juga berpotensi untuk mengundang seseorang melakukan tindak kriminalitas.

Kemudian, kata Dwi, cara seperti ini juga merupakan konsep smart city sesuai dengan apa yang dicita-citakan oleh Kota Pontianak yang coba dibangun dalam beberapa tahun terakhir ini.

Namun ia tidak menutup kemungkinan jika nanti akan ada yang kontra terhadap pemberlakuan kebijakan ini, karena ketidakpahamannya pada sistem.

“Nanti kami akan sosialisasikan berjenjang sampai dengan 1 Januari 2018,” ujarnya.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, mengatakan pemberlakuan sistem pembayaran dengan menggunakan uang elektronik pada SPBU ini juga nantinya dapat berperan membantu Pemerintah mengurangi jumlah pencetakan uang.

Uang-uang yang keadaan fisiknya sudah kusut, berkerut ataupun rusak maka harus segera dimusnahkan, dan diganti dengan yang baru. Padahal biaya yang dibutuhkan oleh Pemerintah untuk mencetak uang tersebut tidaklah sedikit.

“Kami akan terus upayakan 1 Januari transaksi di SPBU semuanya non tunai, tapi mulainya sudah mulai dari sekarang,” kata Sutarmidji.

Dirinya berujar transaksi semacam ini sebenarnya bisa lebih memudahkan. Karena itu ia mencanangkan sistem pembayaran non tunai seperti juga alan diberlakukan di pasar modern atau pasar tradisional.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY