Pemilih Ketua Osis di SMA 1 Putussibau Gunakan Sistem Pemilu

Pemilih Ketua Osis di SMA 1 Putussibau Gunakan Sistem Pemilu

BERBAGI
Foto: Panitia Pemilihan Ketua Osis SMAN1 Putussibau mebacakan hasil pemungutan suara di ruang Lab Fisika SMAN 1 Putussibau di Jl Gajah Mada/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemilihan ketua osis di SMAN 1 Putussibau tergolong unik. Pemilihan yang tersebut menerapkan sistem pemilihan umum layaknya pemilihan Presiden dan DPR RI.

Kepala Sekolah SMAN 1 putussibau, M. Djusanudin, mengatakan siswa disekolahnya melaksanakan pemilihan Osis karena pengurusan lama sudah berakhir. Pemilihan kali ini untuk kepengurusan tahun 2017-2018.

“Jadi tahun ini kami coba adopsi sistem pemilu Presiden dan DPR RI. Kami kerjasama dengan KPU Kapuas Hulu, semua perlengkapan mereka yang sediakan,” ucap Djusanudin, Kamis (14/9) pagi.

Dalam pemilihan itu seluruh kelas terlibat, pelajar dalam satu kelas disebar ke 20 tempat pemungutan suara, para guru dan dan staf tata usaha sekolah juga ikut nyoblos kandidatnya.

“Kami mau mengajari tentang demokrasi ke siswa kami,” ungkap Djusanudin.

Dia mengatakan calon ketua Osis ada dua pasangan, keduanya sudah ikut seleksi administrasi, wawancara, kampanye visi misi dan ada debat.

“Osis fungsinya sangat vital, karena hampir semua kegiatan sekolah Osis yang kerjakan. Berhasil atau tidaknya kegiatan disekolah tergantung osis,” tuturnya.

Pembina Osis SMAN 1 Putussibau, Agustinus Abun, menambahkan, calon ketua Osis adalah siswa yang berprestasi, siswa yang masuk 10 besar.

“Mereka yang nyalon ketua dari kelas seblas,” ujarnya.

Setelah terbentuk osis menggelar rapat untuk program kerja selama satu tahun. Program tersebut diusul ke sekolah.

“Sejauh ini mereka laksanakan ekskul seperti sepakbola, basket dan klas meting. Sengaja osis yang aktif karena jika semua kegiatan dibebankan dengan guru maka akan memotong waktu mengajar,” tutur Abun.

Komisioner KPU Kapuas Hulu, Ahmad Yani mengapresiasi pihak SMAN 1 Putussibau yang berinisiatif menerapkan pemilihan Osis yang bernuansa pemilu.

“Ini bisa jadi rol model untuk osis di sekolah lain,” paparnya.

Yani menilai, pemilihan Osis tersebut sudah 80 persen seperti pemilu sebenarnya. Sebab ada proses pemutahiran data pemilih, kampanye, debat, dan pemilihan langsung.

“Ini tahap awal masih butuh perbaikan. Surat suara harus agak lebar kemudian bisa diadakn juga formulir C nya,” papar Yani.

Hal lain yang menarik, menurut Yani adalah pemilihan Osis tersebut ada tim sukses. Ada juga pemanfaatan jejaring sosial untuk iklim pemilihan Osis.

“Proses ini sangat baik, karena mereka juga calon pemilih pemula pada Pemilu yang akan datang,” tutur Yani.

Penyelengara pemilihan Osis, Deliar Noor mengatakan pemilihan Osis kali ini memberi sensai berbeda, karena semua terlibat aktif dalam setiap proses hingga pencoblosan.

“Walau baru coba semua berjalan baik. Kami tetap mau seperti ini, ” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR