Pemilik Ruko yang Menjadi Korban Dermaga Ambruk Belum Dapat Ganti Rugi

Pemilik Ruko yang Menjadi Korban Dermaga Ambruk Belum Dapat Ganti Rugi

BERBAGI
Foto: Sisa tiang Dermaga Sambas yang ambruk yang menarik ruko di sebelahnya/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Lima unit Ruko yang terkena dampak ambruknya dermaga Sambas beberapa tahun lalu, hingga saat ini masih belum mendapat ganti rugi dari pihak manapun.

Thomas, satu diantara pemilik Ruko menjelaskan kondisi rumah toko yang berada di pinggir sungai Sambas kecil ini, sudah mengalami kemiringan.

“Kami tidak pindah, masih tetap tinggal dan berusaha ditempat itu,” ujarnya, Kamis (14/9).

Ia menegaskan tetap pada tuntutan semula, agar ada ganti rugi dari pihak yang melaksanakan pembangunan dermaga Sambas.

“Sudah sejak empat tahun lalu, kami minta ganti rugi terhadap kerusakan ruko kami akibat pembangunan dermaga. Itu saja yang kami minta, tidak ada yang lain. Kami minta harus ada yang bertanggungjawab,” tegasnya.

Permintaan ganti rugi menurutnya, dilakukan karena lima ruko tersebut mengalami keretakan dan miring akibat pembangunan dermaga oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar.

“Sudah puluhan kali dilaksanakan mediasi, namun belum ada yang mau ganti rugi,” ucapnya.

Tuntutan agar dilakukan ganti rugi oleh pihak terkait juga disampaikan oleh Sim Titi, selaku pendamping korban dermaga ambruk.
Dikatakan oleh Sim Titi, harus ada yang bertanggungjawab selain proses hukum.

“Memang proses hukum sudah dilakukan, terhadap konsultan pelaksana proyek tersebut. Bahkan sudah divonis dipengadilan tindak pidana korupsi di Pontianak, namun merea yang menjadi korban masih belum dapat kejelasan siapa yang harus mengganti,” ucapnya.

Padahal, katanta diketahui yang melaksanakan pembangunan yaitu Dinas Perhubungan Kalbar yang seharusnya mengganti rugi kepada pemilik Rko.

Diketahui pembangunan Drmaga Sambas yang menelan lebih dari Rp2 miliar dilakukan mulai tahun 2009 silam menjadi sia-sia setelah dermaga tersebut ambruk sebelum sempat diresmikan penggunaanya pada tahun 2014 lalu.

Akibat dermaga ambruk tersebut lima unit ruko mengalami kemiringan bangunan, karena sebelum dermaga ambruk, dermaga dikaitkan kepada bangunan Ruko warga. Hal berdampak pada bangunan milik warga ikut tertarik oleh bangunan yang ambruk tersebut.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY