Pemkab Kapuas Hulu Tetapkan KLB DBD

Pemkab Kapuas Hulu Tetapkan KLB DBD

BERBAGI
Foto: Anak-anak yang terkena DBD saat Dirawat di RSUD Putussibau/Yohanes

Kapuas Hulu, thetajungpuratimes.com – Dinas Kesahatan Kabupaten Kapuas Hulu menyatakan hingga kini DBD berjumlah 86 kasus. Bupati Kapuas Hulu AM Nasir pun langsung menetapkan kasus DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Kamis (14/9).

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH menginstruksikan agar Dinas Kesehatan memetakan daerah yang terkena DBD kemudian cepat melakukan foging.

“Saya terkejut kasus DBD tahun ini meningkat tajam. Saya minta Dinkes segera koordinasi dengan kecamatan agar DBD ini tidak merambah kedaerah lain yang belum terkena,” papar Nasir.

Bupati menjelaskan masalah DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi saja, tetapi juga instansi lain bahkan masyarkat.

“Seluruh warga harus waspada terhadap ancaman DBD,” tegasnya.

Apalagi cuaca di Kapuas Hulu sering kali hujan dan panas. Dengan cuaca tersebut sangat berpotensi adanya perkembangbiakan nyamuk.

“Penyakit yang satu ini, sangat berbahaya dan bisa menimbulkan korban jiwa, jika salah penanganan. Biasanya sehabis musim penghujan banyak jentik nyamuk DBD berkembang biak, baik itu diselokan maupun ditumpukan barang bekas yang dapat menampung air,” katanya.

Ia juga meminta agar masyarakat mengantisipasinya, dengan cara membasmi pusat perkembang-biakan jentik nyamuk DBD tersebut.

“Saya nilai penyakit ini harus diwaspadai sejak dini, sehingga masyarakat harus melaporkan jika ada kerabat ataupun keluarga yang terkena gejala DBD kepada petugas kesehatan ataupun Puskesmas terdekat,” tuturnya,

Ditambahkan Ade Hermanto Kabid Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kapuas Hulu mengatakan, pihaknya sudah menerima surat penetapan status KLB terhadap kasus DBD ini.

“Langkah awal yang kami lakukan dengan adanya penetapan KLB ini, kami mengedarkan surat tersebut ke SKPD, Camat, Puskesmas dan Kepala Desa,” ungkapnya.

Dari data yang ada saat ini kata Ade, jumlah kasus DBD kian bertambah, saat ini pun jumlah kasus DBD di Bumi Uncak Kapuas ada 86 kasus.

“Kemarin itukan 75 kasus, sekarang bertambah lagi jadi 86 kasus,” katanya.

Ade pun mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD ini, maka untuk itu masyarakat harus menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

“Agar bisa terhindar dari DBD, masyarakat harus melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR