Polda Kalbar Tangani Kasus Penganiayaan Terhadap Guru SMPN 2 Wajok

Polda Kalbar Tangani Kasus Penganiayaan Terhadap Guru SMPN 2 Wajok

BERBAGI
Foto: Kombes Pol Asep Safrudin, Direktur Reskrimum Polda Kalbar/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar) sedang menangani kasus pengeroyokan, dan penganiayaan terhadap Adrianus Amit (47) yang bekerja sebagai guru di SMP Negeri 2 Wajok, Siantan yang mengakibatkan meninggal dunia.

Direktur Reskrimum Polda Kalbar, Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan, kasus ini ditangani Polda Kalbar setelah dilimpahkan oleh Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak. Empat tersangka beserta barang bukti telah dilimpahkan ke Polda Kalbar.

“Kasusnya dilimpahkan dari Polresta Pontianak ke Dirkrimum Polda Kalbar. Sekarang penanganan kasus tersebut dilakukan penyidikan. Barang bukti berupa satu unit kendaraan bermotor yang digunakan untuk membawa korban, dan disitulah terjadi penganiayaan, dan empat tersangka yang sudah mengakui telah melakukan pemukulan terhadap korban, sehingga korban pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Sementara empat tersangka yang sudah ditetapkan, nanti penyidik dari Dirkrimum akan terus mendalami,” katanya, Kamis (14/9).

Dikatakannya, motif sementara yang diterima dari penyidik Polresta Pontianak, para tersangka akan mengambil mobil rentalan yang disewa oleh korban.

“Kronologisnya, ada sekelompok orang mendatangi rumah seseorang untuk menanyakan apakah betul di rumah korban itu ada mobil yang disewa, kemudian seseorang yang ditanyakan itu menyatakan memang betul di rumah korban ada mobil yang ditanyakan,” terangnya.

Selanjutnya, sekelompok orang yang bertanya itu mendatangi rumah korban dan menanyakan di mana mobil tersebut, karena di rumah korban tidak ditemukan mobil yang dimaksud sekelompok orang itu. Kemudian korban mengatakan ada di rumah temannya, di Siantan, kemudian sekelompok orang ini mengajak korban untuk menunjukkan keberadaan mobil yang dicari.

Namun setelah tiba di lokasi yang dituju, ternyata mobil yang dimaksud juga tidak ditemukan, sehingga para tersangka melakukan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban tersebut, sehingga korban tidak sadarkan diri dan dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Dikatakannya, dari informasi awal yang diterima, para pelaku adalah pemilik rental dan terus didalami. Para pelaku dikenai pasal 170 dan pasal 351 dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY