Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Ensali dan Lamau

Curah Hujan Tinggi, Banjir Rendam Ensali dan Lamau

BERBAGI
Foto: Hujan yang terus mengguyur membuat sejumlah tempat terendam banjir. Banjir itu terjadi di Dusun Ensali, Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir dan Dusun Lamau, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu, Minggu (17/9)/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com -Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Sekadau terendam air, seperti banjir yang terjadi di dusun Ensali, desa Ensalau.

Salah seorang warga, Fransiskus menuturkan, banjir yang terjadi di Dusun Ensali, Desa Ensalang terjadi pagi hari. Bahkan, air yang mulai naik sekitar pukul 09.00 WIB itu ketinggiannya mencapai 70 sentimeter.

“Karena hujan tadi malam sangat lebat, ada lima rumah yang terkena banjir. Apalagi tempat kami memang langganan banjir,” ujarnya.

Ia menuturkan, bukan tidak mungkin bila hujan mengguyur banjir semakin tinggi. Untuk itu ia berharap instansi terkait agar terus waspada mengantisipasi banjir semakin tinggi.

“Mudah-mudahan airnya cepat surut. Kalau kondisi banjir semakin tinggi tentunya akan menghambat aktivitas masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Akhmad Suryadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau menuturkan, karena curah hujan yang tinggi membuat Dusun Ensali, Desa Ensalang, Kecamatan Sekadau Hilir dan Dusun Lamau, Desa Perongkan, Kecamatan Sekadau Hulu terendam banjir. Saat ini pihaknya baru menerima laporan dua daerah tersebut yang terendam banjir.

“Yang lain belum ada, karena hujan air sungai mulai naik. Tim juga sudah turun ke lokasi banjir untuk memantau kondisinya,” kata dia.

Selain itu, kata dia, pihaknya terus memonitor daerah-daerah yang rawan banjir.

Dikatakan dia, daerah rawan banjir tersebut diantaranya Tanjung, Rawak, Nanga Taman, Mahap, dan Belitang.

“Kemudian daerah-daerah yang setiap tahun timbul banjir juga terus dimonitor,” tuturnya.

Akhmad juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, terutama yang berada di daerah rawan banjir, apalagi saat ini kondisinya masih berpotensi hujan.

“Hingga November mendatang begini terus, beberapa hari lalu ada hotpost sedangkan hari ini (kemarin, red) kosong. Dua kondisi ini juga harus waspada, namun kami terus mengingatkan masyarakat,” pungkasnya.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR