Mahasiswa KKM Untan dan KKL IAIN Pontianak Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Mahasiswa KKM Untan dan KKL IAIN Pontianak Salurkan Bantuan Kemanusiaan

BERBAGI
Foto : Mahasiswa KKM Untan dan KKL IAIN Pontianak saat menyalurkan bantuan kepada keluarga Anwar warga Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah/Sukardi

Mempawah, thetanjungpuratimes.com – Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Tanjungpura (Untan) bekerjasama dengan Kelompok 19 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Integratif Institut Agama Islam (IAIN) Pontianak, menyalurkan bantuan kepada keluarga Anwar, yang beralamat di jalan Senambang Rt, 32/ Rw 007, Desa Bakau Kecil, Kabupaten Mempawah.

Anwar (56) menderita lumpuh dari pinggang hingga kedua kakinya selama 19 tahun, sedangkan anaknya yang pertama Zainab (22) menderita bocor jantung selama 9 bulan, anak keduanya Sahroh (19) mengidap infeksi paru-paru sekitar 2 bulan.

Pada tanggal 26 Agustus 2017, penggalangan dana di kampus IAIN Pontianak bekerjasama dengan DEMA IAIN Pontianak, mulai dari dosen hingga mahasiswa baru IAIN Pontianak dapat membantu. Kemudian, dilanjutkan pada tanggal 27 Agustus 2017, mahasiswa KKL IAIN Pontianak kelompok 19 dan KKM Untan Kelompok 20 mengadakan galang dana di sekitar taman Mempawah serta terminal Mempawah.

“Ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian dari kami khususnya mahasiswa terhadap masyarakat yang membutuhkan. Di dalam agama juga mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan saling berbagi terhadap sesama,” kata ketua kelompok 19 KKL IAIN Pontianak, M Dzulfiqar Wiraputra.

Bantuan juga berdatangan untuk membantu keluarga Anwar mulai Rumah Zakat Pontianak, Dompet Ummat Pontianak, LAZ Mujahidin dan Lembaga Sosial Al- Mumtaz Mempawah. Semua dana yang disatukan dari IAIN dan Untan berjumlah Rp 7.143.500. Selain uang, bantuan berupa sembako seperti beras, minyak dan lainnya juga disalurkan.

“Saya mewakili kawan-kawan dari IAIN serta Untan sangat banyak berterimakasih atas bantuan para donatur yang dapat membantu keluarga pak Anwar, harapannya, semoga dari kegiatan ini dapat membantu dan meringankan dari segi biaya pengobatan keluarga pak Anwar termasuk biaya sehari-hari dan biaya pengobatannya,” katanya.

Sementara itu, Anwar, mengucapkan terimakasih atas bantuan dari para mahasiswa dan donatur. Ia berharap semoga dengan uang yang ada, Ia bisa membawa anak-anaknya ke rumah sakit untuk berobat.

“Pastinya banyak-banyak terimakasih dengan adik-adik dan semua donatur yang sudah membantu keluarga kami, dan mudah-mudahan lekas sembuh dan bisa mengembalikan kebahagiaan keluarga,” katanya.

Selang beberapa hari setelah penyaluran bantuan dan masa KKL dan KKM telah berakhir, berita duka datang dari Anwar, anak keduanya pada subuh, 13 September 2017, Sahroh, yang menderita infeksi paru-paru meninggal dunia.

“Kami turut berduka cita atas kepergian Sahroh. Merupakan kabar duka bagi kami, karena kami berharap Sahro bisa sembuh dan dapat menggapai impiannya. Namun, Allah berkehendak lain. Semoga almarhumah diterima dan ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ucap Agus, ketua kelompok 20 KKM Untan.

Begitu juga kelompok 19 KKL IAIN Pontianak,  mewakili teman-temannya juga turut berduka cita, kepada keluarga yang ditinggalkan semoga selalu tabah dan ikhlas.

“Kami turut berduka cita, semoga almarhumah Sahroh ditempatkan di sisi-Nya yang terbaik. Untuk keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan ikhlas atas jalan dan kehendak Sang Maha Pencipta,” kata Fiqar, ketua Kelompok 19 KKL IAIN Pontianak.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR