Bangun Infrastruktur, Bupati Minta Masyarakat dan Perusahaan Ikut Andil

Bangun Infrastruktur, Bupati Minta Masyarakat dan Perusahaan Ikut Andil

BERBAGI
Jembatan Pawan satu di Kota Ketapang
Foto : Jembatan Pawan berdiri di Kota Ketapang pada tahun 1986, sampai saat ini jembatan tersebut sudah berusia 31 satu tahun, sebagai penghubung sektor ekonomi dan lintas antar kecamatan yang ada di Kabupaten Ketapang/Asmun

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Usai meresmikan pabrik pengolahan kelapa sawit di sebuah perusahaan, Bupati Ketapang meninjau pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur yang ditinjau mantan anggota DPRD Kalbar ini adalah pembangunan jembatan Kemuning – Randau di Sungai Pesaguan dan sejumlah jembatan di jalan Sungai Pelang-Sungai Melayu Rayak.

Pembangunan infrastruktur menjadi skala prioritas Pemkab Ketapang dalam mewujudkan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Ketapang. Infrastruktur adalah penunjang utama dalam menggerakkan roda perekonomian di daerah ini.

Dalam membangun infrastuktur daerah, Bupati Ketapang, Martin Rantan, meminta dukungan dan kerjasama masyarakat dan perusahaan. Dengan dukungan bersama, ia menyakini visi dan misi membangun Ketapang yang maju menuju masyarakat sejahtera bisa diwujudkan.

“Tidak menutup kemungkinan ruas jalan Pelang sampai Sungai Melayu ini akan lebar sampai 12 meter, karena itu suatu saat dilebarkan kita minta masyarakat tidak mempersulit, terutama pembebasan lahannya, ini adalah untuk kepentingan bersama dan harus didukung,” kata Martin Rantan.

Menurut Bupati Ketapang, ruas jalan Sungai Pelang-Sungai Melayu saat sekarang pengelolaanya sudah diserahkan ke pemerintah Kabupaten Ketapang.

Pada ruas jalan ini akan terus berlanjut pembangunannya oleh Pemkab Ketapang. Tidak menutup kemungkinan, suatu saat status jalan tersebut akan berubah menjadi jalan negara. Apalagi, saat ini pemerintah daerah juga sedang melakukan upaya-upaya untuk relokasi Bandara Rahadi Oesman.

Salah satu kawasan yang dianggap Bupati Ketapang layak untuk relokasi adalah antara Sungai Pelang dan Sungai Melayu. Relokasi Bandara Rahadi Oesman sudah sangat mendesak dilakukan demi keselamatan penerbangan. Jika hal tersebut bisa diwujudkan maka tidak menutup kemungkinan status jalan akan berubah menjadi status jalan nasional dan lebar mencapai 12 meter.

Selain itu, dalam mendorong signifikannya pertumbuhan ekonomi sebagaimana visi misi kepala daerah, Bupati Ketapang juga memerintahkan Kepala Bappeda dan Kepala Dinas PU untuk membuat rencana pembangunan jembatan Pawan VI, yang menghubungkan Desa Sungai Pasar dan Teluk Sembilan. Hal itu penting, untuk mendorong pertumbuhan daerah serta mendukung pembangunan bandara.

“Merelokasi bandara, membangun jembatan dan jalan memang tidak mudah, semua itu perlu proses, dan perlu waktu panjang, tapi lebih baik saya sampaikan sekarang untuk merubah pola pikir kita bersama,” ujarnya.

Pentingnya infrastruktur dalam menunjang pembangunan, tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah.

Dukungan perusahaan dan masyarakat sangat menentukan. Apalagi luas wilayah Kabupaten Ketapang hampir 32 ribu kilometer persegi, dan hanya memiliki APBD sebesar sekitar Rp 2 triliun. Dari total APBD itu hanya sekitar Rp 600 milyar untuk pembangunan infrastruktur.

Bupati Ketapang menginginkan masyarakat dan perusahaan bisa maju tentunya membutuhkan infrastruktur. Dalam memberdayakan potensi masyarakat dan usaha perusahaan Bupati Ketapang mengajak perusahaan melalui dana CSR-nya bisa sharing membangun infrastruktur.

Ia mencontohkan bagaimana jembatan Kelampai-Randau bisa dilakukan sharing. Pemerintah daerah bisa membangun pondasi jembatan, sedangkan perusahaan bisa membantu menyediakan kerangka baja.

Dengan begitu kepentingan masyarakat dan perusahaan sekitar kebun bisa teratasi untuk kepentingan bersama.

(Ras/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR