Midji Targetkan 2019 Pontianak Bebas Kawasan Kumuh

Midji Targetkan 2019 Pontianak Bebas Kawasan Kumuh

BERBAGI
Foto: Ilustrasi kawasan kumuh/Suara.com-Oke Atmaja

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, menargetkan Kota Pontianak akan bebas dari kawasan kumuh pada tahun 2019 mendatang. Hal itu ia katakan mengingat pekerjaan menata daerah Tambelan Sampit hampir rampung.

Jika Tambelan Sampit beres, selanjutnya ia akan melakukan penataan kawasan kumuh ke arah parit pekong.

“Dengan selesainya nanti Tambelan Sampit tahun depan kita arahnya ke parit pekong kemudian Banjar Serasan, Insha Allah 2019 selesai kawasan kumuh,” kata Midji, Minggu (24/9).

Optimisme ini tak lepas dari jumlah luas daerah kumuh yang hanya tersisa hanya 64 hektar. Jika Tambelan Sampit dan Banjar Serasan juga selesai sesuai dengan yang direncanakan, maka tahun depan pekerjaan menyelesaikan daerah kumuh ini hanya tinggal menyisakan daerah Beliung.

“Beliung kan hanya beberapa titik saja, ndak sampai 10 hektar kalau di Beliung itu akan selesai,” lanjutnya.

Selain kawasan kumuh, permasalahan lain yang akan segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Pontianak adalah soal sanitasi air bersih.

Midji menuturkan kapasitas produksi kapasitas produksi air bersih bagi Pontianak pada tahun ini sudah mencapai 2.250 liter per detik, yang berarti cukup untuk memenuhi kebutuhan sebanyak 1,3 juta rumah penduduk.

Sejauh ini pada tahun 2017, pihaknya sudah melakukan pemasangan 200 pipa tersier di sejumlah gang yang belum dimasuki oleh aliran dari PDAM diamana dirinya juga menargetkan jumlah yang sama untuk pemasangan yang akan dilakukan pada tahun depan.

“Tahun ini ada pemasangan 200 pipa tersier di gang, tahun depan juga insyaallah jumlahnya seperti itu,” imbuhnya.

Kemudian, ia juga mengatakan ada penambahan satu lagi booster di Kecamatan Pontianak Utara agar masyarakat setempat dapat dengan mudah mengakses air bersih.

Dengan dilakukannya beberapa pekerjaan tersebut, dirinya berharap tidak ada lagi keluhan kekurangan air bersih di beberapa daerah di Pontianak.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR