Kisah Anak Tukang Las Tuntut Ilmu sampai ke Negeri Cina

Kisah Anak Tukang Las Tuntut Ilmu sampai ke Negeri Cina

BERBAGI
Foto : Ilustrasi/shutterstock

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Keterbatasan ekonomi bukan penghalang meraih prestasi bagi Rama Aldi Shanjaya. Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya ini mengikuti program student mobility di Nantong Vocational University, Cina.

Rama menuturkan meski ayahnya bekerja sebagai tukang las, hal itu tidak membuat dirinya merasa rendah diri.

Bengkel las pinggir jalan yang dibuka ayahnya tersebut melayani pengelasan kecil-kecilan. Penghasilan ayahnya yang pas-pasan digunakan untuk menghidupi keluarga, dengan Rama sebagai anak keempat dari enam bersaudara.

Dia menyadari kondisi ekonomi keluarga yang terbatas itu, sehingga mendorongnya untuk menjadi anak yang mandiri dan bisa membanggakan orangtua.

Ia mengaku dulu sempat ragu untuk berkuliah karena tidak ingin membebani orang tua. Tapi berkat lolos sebagai penerima beasiswa Bidikmisi Darmajaya, Rama bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Bahkan, berbagai prestasi telah diraih mahasiswa Jurusan D3 Akuntansi ini, di antaranya juara II lomba Debat Pramuka se-Sumatera-Jawa 2016, dan juara II lomba National Debate Competition Managemen Fair Darmajaya 2017.

“Tidak cuma banyak beasiswa, di Darmajaya juga punya banyak program internasional. Awalnya saya berpikir, bisa belajar di luar negeri itu mimpi yang terlalu muluk-muluk. Tapi saya membuktikan kepada diri sendiri bahwa pemikiran itu salah. Ikut Program Student Mobillity Darmajaya mampu mewujudkan mimpi saya untuk menuntut ilmu hingga ke negeri Cina,” ujar Rama.

Putra pasangan Darussalam Fickry dan Yoppy Viana Wijaya tertarik untuk mempelajari tentang perkembangan serta perbedaan sistem akuntansi yang digunakan di Indonesia dan Cina.

“Tiongkok merupakan negara yang maju baik di bidang perekonomian, industri maupun teknologi. Selain itu, adat budaya dan objek wisata yang dimiliki Tiongkok juga sangat menarik. Mudah-mudahan pengalaman belajar di NTVU bagi saya dapat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan internasional,” ujarnya lagi.

Rektor Darmajaya Firmansyah Y. Alfian mengutarakan kebanggaannya kepada para mahasiswa Darmajaya yang berani, percaya diri, dan mau berusaha untuk studi keluar negeri.

Ia mengungkapkan, tahun 2017 terdapat dua mahasiswa yang melakukan riset bersama di Universiti Teknikal Malaysia di Melaka, dan satu mahasiswa di Cheng Shiu Taiwan.

Pada program student mobility terdapat tujuh mahasiswa Darmajaya menjalani sturi di Nantong Vocational University Tiongkok, empat mahasiswa di Cheng Shiu University Taiwan, dan empat mahasiswa di Rajamangala University Technology Krungthep Thailand.

“Kami menyadari saat ini Indonesia telah memasuki era persaingan global. Karena itu, Darmajaya mendorong para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri melalui beragam program internasional. Bertujuan agar mereka nantinya menjadi lulusan-lulusan yang berdaya saing global,” katanya.

(suara.com/antara/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR