Warga Nanga Tayap Tutup Akses Jalan PT SISM, Perusahaan Sawit Milik Malaysia

Warga Nanga Tayap Tutup Akses Jalan PT SISM, Perusahaan Sawit Milik Malaysia

BERBAGI
Foto : Warga Nanga Tayap Tutup Akses Jalan PT SISM, Perusahaan Sawit Milik Malaysia/Ist

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Lebih dari 70 orang warga dari Desa Sebadak Raya dan Sepakat Jaya, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, melakukan aksi orasi dan menutup akses jalan milik PT Sepanjang Inti Surya Mulya (PT SISM), pada Kamis (5/10) sore, yang menurut warga telah melakukan perampasan lahan milik warga, sejak tahun 2009 silam.

Aksi yang dilakukan anak-anak hingga orang dewasa ini, diketahui sudah berlangsung selama lebih dari sepekan, dengan mendirikan tenda di lokasi persimpangan jalan, yang memang di pilih warga di atas lahan kebun sawit milik salah seorang warga, untuk menghentikan setiap kendaraan milik perusahaan yang melintas.

Dalam aksi orasi yang diikuti dengan pembakaran ban ini, secara bergantian warga memberikan statemen tuntutan, yang ditutup oleh orasi tuntutan yang disampaikan oleh Ali Sadikin salah seorang pemilik lahan yang dicaplok oleh perusahaan, dan menjadi koordinator aksi warga ini.

Ali Sadikin mengatakan, terjadinya aksi penutupan jalan perusahaan kali ini, sebagai luapan kekecewaan masyarakat, akibat pencaplokan lahan warga di Desa Sebadak Raya Dusun Tanjung Bunga oleh PT SISM, sejak 2009, dengan luas ratusan hektar, tanpa adanya ganti rugi kepada pemilik lahan, sehingga warga merasa terjajah di lahan milik mereka sendiri.

“Memang kita sudah lebih dari seminggu mendirikan tenda di simpang empat jalan milik perusahaan ini, untuk melakukan aksi pemblokiran jalan, agar pihak perusahaan mau mendengarkan tuntutan warga, dan merealisasikan apa yang selama ini dijanjikan pihak perusahaan namun tidak pernah dilaksanakan, sehingga kita merasa terjajah di atas tanah nenek moyang kita sendiri,” tuturnya.

Bahkan, Ali juga mengatakan, sempat dilarang oleh pihak perusahaan saat memasang bendera merah putih dan tenda di lokasi aksi, tanpa alasan yang jelas dari pihak perusahaan milik negara Malaysia ini.

“Kemarin kami sempat dilarang oleh salah satu petugas keamanan negara yang disewa perusahaan, saat akan memasang tenda dan menancapkan bendera merah putih di lokasi aksi ini, tanpa alasan yang jelas, namun tetap kita dirikan dan siap melawan jika memang terjadi tindakan arogan dari mereka,” tegasnya.

Sementara itu, pihak PT SISM sendiri hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi terkait aksi dan tuntutan warga tersebut.

(Tim/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR