LPG Tiga Kilogram Langka di Pontianak

LPG Tiga Kilogram Langka di Pontianak

BERBAGI
Foto : Ilustrasi tabung gas elpiji/news.fajar.com

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Masyarakat Kota Pontianak kembali dibingungkan dengan kelangkaan LPG ukuran tabung tiga kilogram. Tak hanya di warung-warung, agen elpiji pun banyak yang mengatakan jika ketersediaan gas melon tersebut saat ini masih belum ada.

Beberapa SPBU yang ada di Kota Pontianak juga kebanyakan menyediakan Bright Gas, atau tabung gas dengan warna pink dengan harga Rp60 hingga Rp70 ribu untuk isi ulang per tabungnya. Kalaupun ada, masyarakat mesti membawa Kartu Identitas untuk dapat membeli gas melon tersebut.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan dirinya menyadari jika hal ini merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi subsidi terhadap LPG ukuran tabung tiga kilogram secara bertahap.

“Memang kita sadari pemerintah dalam hal ini berupaya untuk mengurangi secara bertahap subsidi gas. Sehingga muncullah bright gas. Cuma memang harganya lebih tinggi, kalau nggak salah Rp70 ribu apa Rp60 ribu per tabungnya,” katanya, Selasa (10/10).

Ia juga mengatakan agar Pemerintah Pusat memperbanyak peraturan serta kebijakan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah agar tetap dan harus bisa mendapatkan subsidi.

“Tentunya kita masih berharap masyarakat miskin harus mendapat subsidi karena energi ini kan kebutuhan primer sehari-hari mereka. Kalau misalnya harga gas mahal mereka mau masak pakai apa?” lanjutnya.

Edi menambahkan sebagai lembaga atau badan yang mengurusi persoalan energi, hal ini tentu menjadi tanggung jawab dari Pertamina.

Dirinya meminta agar Pertamina segera bertindak untuk melihat apakah kelangkaan ini merupakan akibat dari agen-agen yang sengaja menimbun gas, atau memberikan informasi kepada masyarakat jika memang supply gas dari Pertamina itu sendiri yang kurang atau terbatas.

“Kita nggak tahu ini, kita akan coba komunikasikan nanti (dengan Pertamina, red),” imbuhnya.

Mengenai kemungkinan jika kelangkaan ini juga diakibatkan oleh ulah para spekulan, meskipun tidak menampikkan hal tersebut, namun ia cukup ragu. Menurutnya Gas merupakan barang yang harganya selalu tetap pada tempatnya. Karena itu ia lebih yakin pada kemungkinan adanya pembatasan gas melon dari pihak Pertamina.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR