Hibah Bansos Fokus ke Rumah Ibadah

Hibah Bansos Fokus ke Rumah Ibadah

BERBAGI
Foto: Iwan Setiawan, Kabag Kesra pada Setda Kapuas Hulu/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu terus memperhatikan aspek keagamaan di Bumi Uncak Kapuas. Melalui Bagian Kesejateraan Rakyat (Kesra) di Sekertariat Daerah, Pemkab Kapuas Hulu terus menganggarkan pembangunan sarana prasarana ibadah untuk masyarakat.

“Secara umum memang dana hibah dan bansos diberikan pada organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan serta pembangunan rumah ibadah. Untuk tahun ini porsi terbesar untuk rumah ibadah,” kata Iwan Setiawan, Kabag Kesra pada Setda Kapuas Hulu, Kamis (12/10).

Iwan menjelaskan rumah ibadah memang prioritas karena itu kebutuhan masyarakat dalam rangka meningkatkan iman dan takwa.

“Kalau rumah ibadah nyaman, masyarakat enak untuk beribadah. Lagian proposal banyak diusul dari masyarakat memang pembangunan rumah ibadah,” paparnya.

Disisi lain, kata Iwan, untuk setingkat kabupaten tidak ada SKPD khusus yang menangani pembangunan rumah ibadah. Oleh sebab itu dari Kesra mencoba menutupi kekurangan tersebut.

Untuk jumlah rumah ibadah yang dibantu setiap tahunnya, Kata Iwan, itu disesuaikan dengan ajuan masyarakat serta kemampuan anggaran Pemkab Kapuas Hulu.

Untuk besaran dana, katanya dana diberikan Pemerintah dengan memperhatikan ditingkatan mana rumah ibadah tersebut dibangun.

“Kalau rumah ibadah yang dibangun itu disekitar kota Putussibau atau merupakan situs, tentu anggaran yang di hibahkan besar. Kalau tempat ibadahnya di kecamatan memang agak kecil. Kita memperhatikan volume masyarakat yang akan memanfaatkan sarana ibadah yang dibangun nantinya,” terang Iwan.

Untuk realisasi pembangunan rumah ibadah, kata Iwan pihaknya tetap memperhatikan persebaran di kecamatan. Tidak berfokus di satu kecamatan saja. Bagi panitia yang mengusulkan pembangunan, itu wajib memiliki akta notaris.

“Kami memang mempertegaskan pengurus atau panitia yang membangun sudah punya akta notaris,itu penting untuk legalitas, kita harus hindari kepengurusan ganda,” tutupnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY