Dinas Sosial Mengaku Sulit Menangani Kasus Anak Peminta-minta

Dinas Sosial Mengaku Sulit Menangani Kasus Anak Peminta-minta

BERBAGI
Foto : Aswin Djafar, Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Masalah sosial mengenai anak-anak yang meminta-minta di jalanan seolah sulit untuk diselesaikan. Kepala Dinas Sosial Kota Pontianak, Aswin Djafar, mengatakan, saat ini memang masih ditemukan anak-anak yang menjadi peminta-minta di wilayah kota.

Namun ia menemukan jika sebagian besar anak-anak tersebut ternyata berasal dari luar kota. Mereka pun kerap terjaring razia dan lantas dibina.

“Kita tangkap, pembinaan, kemudian suruh orangtuanya datang. Karena dia (anak) ndak boleh dihukum. Dia kan ndak salah itu. Anak-anak minta-minta itu, bukan anak yang salah,” kata Aswin yang ditemui di tempat kerjanya, Jumat (13/10).

Ia melanjutkan, anak-anak yang jadi peminta-minta kadang mereka temukan di perempatan jalan. Sebagai tindak lanjut, ketika diamankan Dinsos juga akan memanggil orangtua dari anak-anak tersebut dan ikut didata. Ia juga meminta agar para orangtua melakukan pembinaan terhadap anak-anak mereka.

“Karena kadang-kadang mereka sekolah juga. Mana mau kita tangkap ? Maksudnya ya dipenjara kan ndak boleh. Ini perlu pembinaan,” imbuhnya.

Dirinya mengklaim seringnya razia yang digelar membuat anak-anak itu saat ini jumlahnya sudah mulai berkurang di jalanan. Pihaknya juga menemukan kebanyakan dari mereka melakukan itu karena faktor ekonomi. Bahkan tak jarang dari anak-anak tersebut yang mengaku jika orangtuanya lah yang menyuruh mereka untuk turun ke jalan.

“Salah satunya karena orangtuanya ndak bekerja. Ada yang orangtuanya berpisah. Ya itu banyak faktor,” jelasnya.

Walau jumlahnya di simpang jalan terus berkurang, namun ia mengaku tidak ada tindakan tegas yang bisa diambil ketika anak-anak ini terjaring razia di jalan. Bahkan untuk kasus peminta-minta bukan anak-anak, ketika ditangkap pun, pihak kepolisian dibuat bingung mengenai sangkaan apa yang harus diberikan.

“Kalau delik kesalahannya itu Pak Polisi pun bingung apa kesalahannya. Orang miskin kan memang diurus negara. Dalam undang-undang, fakir miskin diurus negara. Yang mau ditangkap itu bukan si peminta, tapi si pembawa itu,” jelasnya.

Akan tetapi, dia menuturkan, jika memang agak sulit untuk mendapatkan pihak yang membawa atau pun mengeksploitasi para peminta-minta tersebut.

“Dia (peminta) bilang numpang tinggal di tempat itu (pembawa). Itu memang ranahnya ke kepolisianlah, masuk kategori penipuan. Kalau kami ini kan pembinaan saja,” pungkasnya.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY