Kanim Pontianak akan Proses Pro Justisia Puluhan Orang WNA

Kanim Pontianak akan Proses Pro Justisia Puluhan Orang WNA

BERBAGI
Foto: Syamsudin, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kantor Imigrasi Klas I Pontianak akan memproses secara pro justisia (Proju) puluhan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina yang melanggar Keimigrasian. Hal ini disampaikan oleh Syamsudin, Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak.

Syamsudin mengatakan, dari keterangan 41 WNA, ada tiga orang WNA yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) yakni Mempawah, Batam dan Jakarta, satu orang WNA dengan visa kunjungan B211A, serta perpanjangan izin tinggal saat kedatangan (VoA).

“Kemudian, tiga orang WNA sudah dideportasi ke Cina, negara asalnya, yang sisanya baru koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan Mempawah. Rencananya mau diproju, yang akan dilaksanakan pada Rabu, 18 Oktober 2017,” katanya, Jumat (13/10).

Syamsudin menuturkan, sesuai Undang-Undang Imigarasi, para WNA yang sudah melalui proses Proju, maka WNA tersebut harus membayar denda kepada negara sebesar 25 juta rupiah perkepala.

“Kalau mereka tidak mampu membayar denda perkepala, maka kurungan badan selama tiga bulan,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 41 orang WNA tersebut berhasil diamankan oleh Direktorat Polisi Air Polda Kalbar pada Senin (2/10), saat beraktifitas mengerjakan pembangunan di tepian sungai, lokasi PT CONCH, di Desa Wajok, Kabupaten Mempawah.

“Bukan tangkapan imigrasi, ini tangkapan Pol Air sebanyak 41 orang WNA, diserahkan ke Polda, setelah dimintai keterangan, kemudian diserahkan ke Imigrasi. Karena Imigrasi tidak ada ruang detensi, jadi kita titip di Rudenim, kami minta keterangan mereka persepuluh orang setiap hari, begitu seterusnya sampai selesai,” pungkas Syamsudin.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR