25 Tahun Bekerja, Karyawan Outsourcing PLN Tak Kunjung Diangkat

25 Tahun Bekerja, Karyawan Outsourcing PLN Tak Kunjung Diangkat

BERBAGI
Foto : Agustino Hendrian Asa, Sekjen SPM Wilayah Kalbar/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Sekretaris Jenderal Serikat Pekerja Mandiri Wilayah Kalimantan Barat, Agustino Hendrian Asa, mengeluhkan anggotanya yang menjadi tenaga Outsourcing (OS) di Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak kunjung diangkat menjadi karyawan tetap. Pasalnya, ada yang masa kerjanya sudah mencapai 25 tahun.

“Kita ingin mempertanyakan status sama hak-hak yang lain, terutama masalah status tenaga kerja. Karena OS ini kan sudah lama bekerja di PLN tetapi statusnya itu tidak tetap dan selalu berganti-ganti vendor. Selalu tidak dapat diberi kepastian kapan diangkat menjadi karyawan tetap,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (17/10).

Pihaknya juga mempertanyakan hak-hak normatif para pekerja Outsourcing ini yang masih belum dibayarkan dari tahun 92 hingga sekarang. Padahal, jika mengacu pada Panja rekomendasi Komisi IX DPR-RI Tahun 2013, para pekerja OS ini harus diangkat menjadi pegawai tetap mengingat pekerjaan yang mereka lakukan adalah pekerjaan inti seperti pencatatan, produksi, distribusi, dan penagihan.

“Dan itu juga sudah dikuatkan di putusan MK Nomor 27, kemudian ada nota pemeriksaan dari Kemenaker, dan ada yang dari jamdatun,” lanjutnya.

Dirinya mengakui tidak mengetahui secara pasti dan belum mendapatkan kejelasan dari PLN kendala apa yang mereka alami sehingga para OS ini belum juga diangkat menjadi karyawan tetap.

Padahal, para pekerja OS yang sudah bekerja sejak dulu diterapkan pola Measurement Systems Analysis (MSA) atau analisa variasi yang diinduksi ke dalam proses pengukuran untuk oleh PLN untuk mengambil keputusan pengangkatan karyawan tetap.

“Pola MSA itu cikal bakal dari karyawan diangkat menjadi pegawai, itu yang pertama. Yang kedua juga ada kerjasama dengan salah satu institusi pendidikan dulu, tapi sampai sekarang janji yang katanya ingin merekrut, mengikuti program organik segala macam juga tidak mereka laksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak PLN sendiri hingga berita ini dimuat belum diperoleh konfirmasi prihal keluhan yang disampaikan tenaga kerja Outsourcing tersebut.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR