Negara Indonesia Diteror Narkoba “Zombie”

Negara Indonesia Diteror Narkoba “Zombie”

BERBAGI
Foto: Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri merilis obat paracetamol, caffeine dan corisoprodol (PCC) di gedung Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (22/9).

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Pemerintah Indonesia sedang giat memberantas narkoba jenis PCC yang telah menelan korban jiwa di Kendari dan bikin pemakaianya bertingkah mirip zombie.

Begitu juga di negara Wales kini tengah diteror narkoba yang diberi julukan “zombie” karena penggunanya jadi pertingkah seperti zombie.┬áBerdiri dengan lutut sedikit ditekuk, kepala menunduk, dan tangan lemas menjuntai.

Sekelompok orang tua jadi ketakutan dan “terintimidasi” oleh pecandu narkoba di kota Welsh dan meminta polisi berbuat lebih banyak untuk mengakhirinya.

Dalam foto-foto yang ditampilkan oleh Mirror.co.uk, terlihat botol bekas minuman beralkohol berserakan di pinggir jembatan. Taman bermain anak-anak juga terlihat kosong karena ketakutan orangtua.

Jess Everton, warga berusia 28 tahun, mengatakan bahwa putranya sampai bermimpi buruk tentang orang-orang yang menjadi “zombie”.

Putranya baru berusia 9 tahun dan dia takut pergi ke Neath. “Sudah cukup, hanya masalah waktu sebelum anak kecil atau orang tua dilukai,” kata Everton.

Ibu dua anak itu telah memulai sebuah petisi yang meminta Kapolsek South Wales dan Neath Port Talbot Country Borough Council untuk menghadiri pertemuan publik setelah pertemuan sebelumnya yang digelar Juni.

“Saya ingin melihat orang-orang kembali ke Neath. Bisnis sedang berusaha bangkit karena orang tidak mau pergi ke kota.

Warga bernama Emily Hitchings juga merasa terganggu ketika di jembatan ada jarum dan orang-orang terlihat menyuntik.

Padahal, ia biasa menikmati pergi ke kota dengan anaknya yang berusia empat tahun. Tapi sejak anak bungsunya lahir, ia tak akan melakukan itu.

“Saya tidak akan pergi ke kota kecuali jika saya benar-benar harus melakukannya. Saya menderita kegelisahan, tapi kalaupun harus ke bank, saya merasa benar-benar panik untuk melakukannya.” kata Emily.

Sementara itu, Inspektur Polisi South Wales Roy Portlock mengatakan bahwa pihaknya memahami dampak perilaku anti-sosial.

Dia menanggap perilaku anti-sosial sangat serius dan pihaknya memastikan tindakan yang paling tepat dan efektif untuk menjawab keprihatinan masyarakat.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR