Untan Bersama Kominfo Gelar Workshop Bijak dan Produktif Bermedia Sosial

Untan Bersama Kominfo Gelar Workshop Bijak dan Produktif Bermedia Sosial

BERBAGI
Foto: Suasana workshop bijak dan produktif bermedia sosial oleh Puskom Untan dan Kominfo/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Universitas Tanjungpura (Untan) bekerjasama dengan Kementerian Kominfo menggelar workshop bijak dan produktif bermedia sosial, berlangsung di aula pertemuan lantai tiga, gedung rektorat Untan, pada Rabu (25/10).

“Tujuan dari workshop dan pelatihan ini yakni ingin bersama mahasiswa mengontrol penggunaan media sosial yang kurang baik,” ucap panitia penyelenggara sekaligus staf Puskom Untan, Zuhri.

Zuhri menuturkan, workshop yang diikuti 70 mahasiswa Untan ini terbagi menjadi tiga sesi, sesi pertama penyampaian materi tentang wawasan kebangsaan dan pengenalan netizen 2020 oleh Hendrasmo, Staf Khusus Dirjen IKP Kominfo, sesi kedua pelatihan bijak dan produktif bermedia sosial Tim Media Digital, sesi ketiga pelatihan membuat video untuk media sosial, serta pembuatan video untuk media sosial.

“Harapannya, sesuai dengan tema, bijak dalam bersosial media, jadi nanti pesertanya dapat membagikan pengetahuan yang didapatkan dari workshop bijak bersosial media ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, staf Ahli Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Hendrasmo menyampaikan dampak dari penyebaran informasi hoax yakni rusaknya kohesi bangsa.

“Yang kita lakukan saat ini adalah mendorong dan menyakinkan mahasiswa supaya mengetahui persoalan yang kita hadapi, terutama akibat dari bermedia sosial secara tidak bijak. Hoax itu menjadi persoalan bangsa, bisa menyebabkan terganggunya kerukunan bangsa, mengganggu pembangunan, merusak kohesi nasional,” katanya.

Hendrasmo menuturkan, mayoritas pengguna hoax itu orang-orang muda, pada tahun 2025 mendatang mayoritas penduduk Indonesia ialah orang-orang muda, jadi mereka yang sangat-sangat aktif terhadap gadget.

“Jangan sampai mereka tidak mengetahui persoalan ini, namun mereka bisa memberikan energi positif dari orang muda yang militan untuk mengarah ke hal-hal positif,” ucapnya.

Menurut Hendrasmo, mereka harus bijak, harus bisa merasionalisasi, harus bisa mengevaluasi konten, serta secara arif menggunakan media sosial dengan tidak asal menyebarkan informasi.

“Sebagai bangsa yang majemuk, kalau kita membiarkan hoax, membiarkan ujaran kebencian yang sifatnya menghasut dan memprovokasi kelompok-kelompok masyarakat, itu akan merusak kohesi bangsa,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR