Pemuda Dalam Poros Pembangunan Bangsa

Pemuda Dalam Poros Pembangunan Bangsa

BERBAGI
Foto: Ayu Istiqomah, Koordinator Perempuan PW KAMMI Kalbar/Istimewa

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – 28 Oktober 1928 menjadi momentum dilahirkannya Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak pergerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebuah momentum awal dari tekad yang terpatri dalam hati para pemuda Indonesia untuk mengakhiri masa ketertindasan yang telah terjadi
selama bertahun-tahun.

Wahai pemuda …
Allah telah menyeru
Agar kalian yakinakan eksistensi dan percaya, bahwa
Kalian adalah pewaris kekuasaan dunia
Meski musuh-musuh kalian adalah menghendaki agar kalian tetap terhina.
Wahai pemuda …
Kalian adalah para guru bagi dunia
Meski pihak-pihak selain kalian berusaha untuk mengungguli
Dengan gebyar kehidupan dunia
Wahai pemuda …
Perbaharuilah iman, kemudia tentukan sasaran dan tujuan langkah kalian
Sesungguhnya,,,
Kekuatan pertama adalah iman
Buah dari iman adalah kesatuan
Dan konsekuensi logis kesatuan adalah kemenangan yang gemilang.
Wahai pemuda …
Berimanlah kalian,
Eratkanlah persaudaraan kalian
Sadarilah …
Kemudian tunggulah, setelah itu akan datang sebuah kemenangan ..

Dari bait per bait puisi di atas, bahwasanya Allah SWT telah menyeru
agar kita (pemuda) yakin akan kemampuan diri kita dalam membangun
kemenangan bangsa.

Pemuda yakin akan kemampuan dirinya adalah pemuda yang mampu bertahan dalam poros gejolak pengorbanan dalam melawan penjajahan yang terjadi saat ini. Kita ketahui bersama, bahwa saat ini penjajahan yang kita alami bukan lah berperang dengan senjata. Namun, penjajah kita saat ini adalah perang pemikiran.

Adanya perang pemikiran menyebabkan semangat juang para pemuda
menurun. Mengapa? Karena pemuda melawan musuh yang tidak tampak, siapa
sebenarnya musuhnya?

Di zaman digital seperti sekarang ini salah satu musuhnya adalah teknologi android. Andorid akan menjadi musuh terdekat para pemuda, jika ia sadar dampak negatif yang terjadi. Mengapa demikian? Sebagian besar waktu dihabiskan dengan memegang andoid,
dengan membuka berbagai aplikasi media sosial (whatsApp, instagram,
BBM, line dan sebagainya).

Oleh karena itu, sudah saatnya kita (para pemuda) menjadi harapan masa
depan bangsa kita, kita adalah pemegang arah pembangunan bangsa menjadi lebih baik.

Mari kita tingkatkan wawasan kita, mengeratkan tali persaudaraan kita, mengokohkan iman kita. Agar kita mampu bertahan dan menang melawan perang pemikiran yang sedang terjadi dari berbagai dampak negatif sebuah teknologi yang ada disekitar kita. Mari kita cerdaskan diri kita, dengan memperbanyak belajar, berdiskusi dan melakukan segala kegaiatan yang bernilai positif untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Semangat para pemuda, menunjukkan jati diri sebuah bangsa. Pemuda !! Aku untuk bangsamu.

Oleh: Ayu Istiqomah
(Koordinator Perempuan PW KAMMI Kalbar)

(R/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR