Awas ! Bisa Jadi Anda Beri Makan Bayi dengan Bahan Kimia

Awas ! Bisa Jadi Anda Beri Makan Bayi dengan Bahan Kimia

BERBAGI
Foto : Ilustrasi bayi makan/Shutterstock

Thetanjungpuratimes.com – Sebagai seorang ibu, apakah Anda pernah berpikir dua kali tentang apa yang Anda berikan pada balita bila menyangkut makanan bayi ? Jika Anda yakin makanan bayi yang Anda berikan baik-baik saja, maka mungkin sudah saatnya Anda memikirkannya lagi.

Anda mungkin harus menghindari sayuran kecambah, beberapa sereal dan produk makanan siap saji untuk bayi, karena sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dua pertiga produk makanan bayi mengandung bahan kimia berbahaya.

Studi yang dilakukan oleh The Clean Label Project, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di AS mengatakan, dua pertiga produk makanan bayi yang diuji juga mengandung bahan kimia berbahaya seperti timbal, arsenik, kadmium dan akrilamida.

Tim tersebut menganalisis 530 makanan ringan, sereal, formula dan minuman yang berbeda yang telah dibeli dalam lima bulan terakhir.

Dari produk yang dianalisis, mereka menemukan bahwa 65 persen mengandung arsenik, 58 persen mengandung kadmium, 36 persen mengandung timbal dan 10 persen mengandung akrilamida.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa 80 persen sampel susu formula juga ditemukan mengandung arsenik, atau sejenis toksin yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia, WHO dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes dan kanker.

Studi tersebut juga menemukan, makanan bayi memiliki akrilamida 70 persen lebih banyak daripada rata-rata kentang goreng, sebuah bahan kimia yang dikaitkan dengan kerusakan otak dan tantangan pada reproduksi.

Mereka juga menemukan bahwa 60 persen produk dengan label “bebas BPA” sebenarnya terbukti positif untuk Bisphenol A, bahan kimia industri yang digunakan untuk membuat plastik. Clean Label Project menyimpulkan temuan mereka dengan mengidentifikasi lima sereal terbawah, makanan ringan, minuman dan makanan botol dalam hal kandungan kimia berbahaya.

(Zeenews/suara.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR