Polres Singkawang Mengamankan Muncikari

Polres Singkawang Mengamankan Muncikari

BERBAGI
Foto : Muncikari berinisial OSD saat diperiksa/Mizar

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Jajaran Sat Reskrim Polres Singkawang berhasil mengamankan seorang muncikari berinisial OSD (32) dari sebuah hotel di Kota Singkawang.

“Tertangkapnya seorang muncikari ini pada Rabu (1/11) sekira pukul 22.40 WIB, dimana sebelumnya kita melakukan Cyber Patrol,” kata Kepala Unit (Kanit) Idik IV PPA Reskrim Polres Singkawang, IPDA Inda Purwati S.T.K.

Dari Cyber Patrol itu, pihaknya menemukan sistem jual beli anak di bawah umur dalam aplikasi online,” ujarnya.

Berbekal dari informasi itulah, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan di sebuah hotel di Kota Singkawang yang diduga sebagai tempat prostitusi yang dipesan konsumen melalui aplikasi online.

“Di hotel itu, kami melihat adanya transaksi antara konsumen dengan muncikari tersebut. Begitu konsumen beserta korban memasuki sebuah kamar langsung kami lakukan penggerebekan,” ujarnya.

Dari penggerebekan itu, pihaknya mengamankan uang tunai sebesar Rp700 ribu, kondom dan ponsel muncikari tersebut.

“Didalam ponsel mucikari itu, kami menemukan foto anak-anak yang diduga akan dijual muncikari tersebut,” ungkapnya.

Karena melalui foto-foto itulah, konsumen bisa melakukan pemesanan kepada muncikari melalui sistem online tersebut.

“Ada sekitar 10 anak yang tersimpan di ponsel mucikari tersebut,” katanya.

Pengakuan dari muncikari OSD, jelas Inda, bahwa konsumen dari prostitusi online ini banyak yang berasal dari luar Kota Singkawang.

“Mereka adalah karyawan-karyawan swasta yang singgah ke Singkawang, yang mana pemesanannya sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum singgah ke Singkawang,” jelasnya.

Dari bisnis tersebut, dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp400 ribu, sedangkan sisanya Rp300 ribu diberikan kepada korban.

Atas perbuatannya, tersangka OSD dikenakan Pasal 88 UU RI No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, yang ancamannya paling lama 10 tahun penjara.

“Sementara korban saat ini sudah kita serahkan ke Dinsos Singkawang dalam rangka untuk diserahkan kepada orangtuanya,” katanya.

(Mizar/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR