Uni Eropa Resmi Akui Rohingya Tengah Alami Pembersihan Etnis

Uni Eropa Resmi Akui Rohingya Tengah Alami Pembersihan Etnis

BERBAGI
Foto: Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazar, Bangladesh, Minggu (1/10).

Thetanjungpuratimes.com – Komisi Uni Eropa mengaku penderitaan sangat berat tengah dialami etnis Rohingya di Myanmar. Rohingya disebut tengah mengalami pembersihan etnis yang mengarah pada pembunuhan.

Komisioner Uni Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan Christos Stylianides kaget setelah menghitung kebutuhan untuk Rohingya. Dia melihat langsung saat melihat kondisi para pengungsi Rohingya di Bangladesh pekan lalu.

“Kita harus meyakinkan pemerintah Myanmar harus memenuhi hak asasi manusia, bagi manusia manapun. Saya setuju dengan Sekjen PBB Antonio Guterres bahwa mungkin satu-satunya deskripsi untuk situasi ini adalah pembersihan etnis,” katanya.

Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 607.000 Rohingya telah menyeberang dari negara bagian Myanmar, Rakhine ke Bangladesh.

Mereka melarikan diri dari sebuah operasi militer yang membunuh lelaki, perempuan dan anak-anak. Mereka menjarah rumah dan membakar desa Rohingya.

Menteri Luar Negeri Bangladesh Abul Hasan Mahmood Ali menjelaskan sekitar 3.000 orang Rohingya tewas dalam tindakan keras tersebut.

Rohingya digambarkan sebagai orang-orang yang paling banyak dianiaya di dunia oleh PBB. Mereka mengalami ketakutan sejak tahun 2012.

PBB pun telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan bayi dan anak kecil, pemukulan brutal dan penghilangan. Itu semua dilakukan tentara Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyidik ​​PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR