Disdik Kalbar : Video Kekerasan di Dalam Kelas Terjadi antar Sesama Pelajar

Disdik Kalbar : Video Kekerasan di Dalam Kelas Terjadi antar Sesama Pelajar

BERBAGI
Foto : Suasana Press Release di Disdik Kalbar/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar menyatakan, Video pemukulan terhadap siswa di dalam kelas benar terjadi di salah satu SMK di Kota Pontianak.

Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Akim, menuturkan, pemukulan tersebut dilakukan oleh sesama siswa di sekolah yang sama, yang disebabkan dari gurauan yang berujung pada rasa tersinggung dari salah satu siswa tersebut.

“Pada hari Kamis, 2 November 2017, pukul 11.30 WIB, di salah satu SMK di Kota Pontianak, telah terjadi kasus perkelahian sesama pelajar, teman sekelas, di ruang kelas, pada pergantian jam pelajaran. Kejadian ini diawali dengan sebuah gurauan, saling mengolok oleh pelajar AL terhadap pelajar ALD, pada saat mengerjakan tugas di kelas, dengan kata-kata yang dianggap menyinggung, yaitu ‘Itu lah dia sudah tua, sudah punya uban’, ” ujarnya, Selasa (7/11).

Kemudian, pelajar lain, H, yang berusaha memisahkan kedua pelajar tersebut, juga menjadi sasaran.

Perkelahian yang terjadi antar sesama pelajar kelas sepuluh itu hanya berlangsung sesaat, tidak menimbulkan efek yang serius.

“Pada saat itu juga telah selesai urusan di antara mereka. Pada jam berikutanya, Guru BP menemukan suasana kelas sudah tidak terjadi apa-apa, guru BP tersebut pun tidak mengetahui yang terjadi sebelumnya, para guru mengetahui kejadian ini setelah beredar video tersebut,” ucapnya.

Kejadian tersebut direkam dan dibagikan oleh D, yang kemudian dibagikan kepada Z, dan selanjut dibagikan kepada ALP, oleh ALP dishare ke grub temannya di kampung, sehingga akhirnya video tersebut menyebar di media sosial.

Perkara ini telah diselesaikan secara kekeluargaan, pihak sekolah memanggil para orangtua siswa yang terlibat, dan akhirnya masalah sudah dianggap selesai.

Pertemuan hari ini antara Kepala LPMP, komisioner KPAID, Kepala SMK, guru, orangtua dan pelajar terkait, serta Polresta pontianak, yang berlangsung di Dinas Pendidikan Kalbar, mendapatkan hasil dengan tiga poin, yang pertama, kasus perkelahian di ruang kelas sudah diselesaikan secara kekeluargaan, dengan dimediasi oleh pihak sekolah, yang kedua, video perkelahian tersebut terjadi sesama pelajar, bukan oleh guru maupun orangtua, dan yang ketiga, tidak ada delik aduan kepada kepolisian terkait kejadian ini, sehingga kasus tersebut sudah dianggap selesai.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR