Dokter Penembak Mati Istri Diduga Pernah Lakukan Pemerkosaan

Dokter Penembak Mati Istri Diduga Pernah Lakukan Pemerkosaan

BERBAGI
Foto : Ilustrasi penembakan dengan pistol/Shutterstock

Jakarta, thetanjungpuratimes.com – Dokter berinisial H, yang diduga telah menembak mati istrinya sendiri, rupanya pernah dilaporkan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pemerkosaan.

“Istrinya pernah melaporkan kasus KDRT,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Marpaung saat dikonfirmasi, Kamis (9/11/2017).

Namun, menurut Sapta, kasus ini tidak lagi ditindaklanjuti Polres Metro Jakarta Timur karena istrinya, yang menjadi korban KDRT, telah mencabut laporan.

“Kasusnya sudah kami SP3,” lanjut Sapta.

Tak hanya itu, H juga diduga pernah memperkosa seorang perempuan yang bekerja sebagai karyawan di salah satu klinik di Jakarta Timur. Atas tindakannya H dipecat sebagai dokter di klinik tersebut.

“Dia pernah kerja di sebuah klinik cuma dipecat karena kasus pemerkosaan,” katanya.

Sapta menambahkan, aksi pemerkosaan yang dilakukan H tak diproses hukum, lantaran korban tak mau melaporkan tindakan tersebut ke kepolisian.

“Korban tidak membuat laporan kasus pemerkosaan ke kami,” kata dia.

Dokter H menembak mati istrinya sendiri di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis siang. Penembakan terjadi saat H terlibat cekcok dengan korban.

Keduanya bertengkar diduga karena masalah rumah tangga. H disebut tak mau bercerai, sementara sebaliknya sang istri ngotot ingin berpisah.

Dari keterangan saksi di TKP, H menembakan peluru sebanyak enam kali ketika bertengkar dengan korban. Setelah menembak, pelaku kabur meninggalkan lokasi. Tetapi belakangan H menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.

(suara.com/muh)

TIDAK ADA KOMENTAR