Marak Aksi Kenakalan Remaja Bisa Turunkan Tingkat Daya Saing

Marak Aksi Kenakalan Remaja Bisa Turunkan Tingkat Daya Saing

BERBAGI
Foto : Prof Dr H Thamrin Usman DEA, Rektor Untan/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Satu minggu ini publik Kota Pontianak tak hentinya dibuat geram lewat aksi miring sejumlah remaja yang diabadikan lewat video telepon genggam dan beredar di media sosial. Hal tersebut mengundang reaksi beragam dari masyarakat. Apa lagi, para remaja tersebut diketahui masih berstatus sebagai seorang pelajar.

Sebagai seorang pimpinan dari sebuah institusi pendidikan, Rektor Untan, Prof Dr H Thamrin Usman DEA, turut mengkhawatirkan keadaan ini. Dirinya menilai, apa yang dilakukan oleh para pelajar tersebut secara otomatis bisa menurunkan tingkat daya saing.

“Mereka kita butuhkan untuk mempersiapkan diri dengan baik agar mampu bersaing. Kalau mereka narkoba, melakukan prostitusi, melakukan perkelahian dan lain sebagainya, maka sesungguhnya mereka menurunkan daya saing mereka,” kata Rektor, pada Minggu (12/11).

Rektor menilai, seharusnya para remaja tersebut diwaktu sekarang ini gencar mempersiapkan diri mereka untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu mereka juga perlu melatih jasmani dan rohaninya agar siap berkompetisi tidak hanya di tingkat nasional saja, tetapi juga di kancah internasional.

“Anda tahu ? Daya saing kita saat ini berada di posisi yang cukup rendah. Kalau ditambah lagi dengan kenakalan remaja yang dilakukan ini maka makin terpuruklah kita,” ungkapnya.

Guru Besar Kimia ini menilai, hal ini merupakan tanggungjawab semua elemen yang berada di lingkungan si anak. Mulai dari kelompok kecil seperti keluarga, masyarakat, penanggungjawab pendidikan baik itu dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu agama, serta keterlibatan lapisan yang lainnya.

“Contoh saya, hidup di daerah yang tanda petik, tidak kondusif. Tapi kita mulai dari kelompok kecil di rumah tangga. Orang tua saya mendidik saya untuk memahami agama dengan baik dan mengatakan bahwa pendidikan itu penting, sehingga kita bisa menangkal kondisi di luar yang kurang kondusif,” jelasnya.

Namun Prof Thamrin Usman juga berharap masyarakat bisa menciptakan kondisi yang berada di luar keluarga tersebut menjadi kondusif. Sebab, meskipun pemahaman yang baik diberikan kepada anak agar ia bisa menangkal kondisi yang kurang kondusif di luar, akan lebih bagus lagi kalau pada dasarnya kondisi itu sudah diciptakan sebegitu kondusifnya oleh masyarakat.

(Imam/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR