Polisi Amankan Pria Singkawang yang Diduga Tawarkan Masjid di Jakarta di Facebook

Polisi Amankan Pria Singkawang yang Diduga Tawarkan Masjid di Jakarta di Facebook

BERBAGI
Foto: Edi Thung saat diamankan oleh petugas polisi POlres Singkawang/Istimewa

Singkawang, thetanjungpuratimes.com – Edy Thung, harus berurusan dengan jajaran Polres Singkawang lantaran menuai polemik di media sosial akun facebook miliknya yang menawarkan salah satu masjid yang ada di Kota Jakarta di grup Pontianak Informasi beberapa hari yang lalu untuk dijual.

Akibat postinganya tersebut, Edy Thung pun mendapat beragam kecaman dari para netizen, sehingga terpaksa diamankan oleh pihak Polres Singkawang.

Kapolres Singkawang, AKBP Yuri Nurhidayat menjelaskan jika pihaknya mengamankan Edi Thung yang merupakan warga kelurahan Sedau, kecamatan Singkawang Selatan adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan

“Berdasarkan interogasi yang kami lakukan bahwa yang bersangkutan tidak mengaku jika facebook yang memposting tulisan tersebut bukan merupakan akun aslinya. Jadi yang digunakan di media sosial itu bukanlah akun aslinya, tapi orang yang menggunakan nama dan foto dia untuk memposting hal-hal yang tidak dibenarkan tersebut,” ujarnya, Selasa (14/11).

Namun, kata Yuri untuk mengetahui kebenarannya,maka pihaknya akan menyita ponsel yang bersangkutan guna mengecek kebenarannya apakah facebook yang bersangkutan benar-benar dibajak atau diretas.

“Yang bersangkutan pun sepertinya ketakutan dengan adanya postingan tersebut., sehingga menelpon pihak kepolisian untuk memberikan klarifikasinya terkait hal tersebut,” ungkapnya.

Atas sudah diamankannya kepada yang bersangkutan, Yuri berpesan agar masyarakat jangan lagi merasa resah karena hal itu sudah ditangani pihak kepolisian.

“Jadi biarlah pihak kepolisian yang menindaklanjutinya,” pintanya.

Menurutnya hal serupa juga pernah terjadi, dimana ada salah satu pengguna facebook dituduh ingin menjual Mesjid Raya Singkawang.

“Kasusnya ini sama, dimana akunnya juga diretas orang tak bertanggungjawab, sehingga memancing situasi yang sudah kondusif menjadi tidak kondusif,” tuturnya.

Dia juga mengimbau agar seluruh pengguna media sosial untuk bijak dalam menggunakan media sosial.

“Berikanlah sesuatu yang membawa kedamaian, dan bukan memberikan hal-hal yang justru membuat perpecahan di Kota Singkawang,” katanya.

Untuk seluruh warga Kota Singkawang, pesannya, bahwa Polres Singkawang telah memiliki unit “Cyber Patrol” yang memonitoring aktivitas masyarakat di dunia maya termasuk di media sosial.

“Apabila ditemukan indikasi ujaran kebencian atau hoax maka akan kita tindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku,” jelasnya.

(Mizar/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR