Operasi Zebra Kapuas 2017 di Sambas Berhasil Menjaring 1064 Pelanggar

Operasi Zebra Kapuas 2017 di Sambas Berhasil Menjaring 1064 Pelanggar

BERBAGI
Foto: Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Aditya Octorio Putra/Gindra

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Kasat Lantas Polres Sambas, AKP Aditya Octorio Putra mengungkapkan selama dua pekan operasi Zebra Kapuas yang dilakukan di wilayah hukum Polres Sambas, pihaknya telah menjaring sebanyak 1064 pengendara, dan sebagian pelanggar lalu lintas didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua.

“Terdapat 906 tilang, 158 teguran yang kita keluarkan kepada pengendara selama operasi Zebra Kapuas digelar di Kabupaten Sambas, dari jumlah tersebut 80 persen merupakan pengendara roda dua,” ungkapnya, Rabu (15/11).

Tingginya angka tersebut menurut Kasatlantas, dikarenakan pihaknya melipatgandakan intensitas Operasi Zebra, yaitu dari yang semula dua kali menjadi empat kali.

“Dalam 14 hari, kami turun empat kali dalam sehari, pagi, siang, sore dan malam hari, giat ini dua kali lebih banyak kita lakukan dibanding operasi zebra kapuas tahun lalu,” jelasnya.

Secara umum Aditya memaparkan, masyarakat Sambas sudah mulai memiliki kesadaran pentingnya memiliki surat-surat kendaraan secara lengkap.

“Mengenai kelengkapan surat kendaraan, masyarakat lumayan sadar, jadi kebanyakan pelanggaran itu yang kasat mata, seperti spion yang cuma satu atau bahkan tidak sama sekali,”paparnya.

Menurutnya, ada juga beberapa kendaraan yang kita bawa ke markas, karena selain tidak membawa surat-surat, mereka tidak melengkapi kendaraan dengan atribut yang diwajibkan.

Peningkatan intensitas razia dilakukan oleh Satlantas Polres Sambas ini ditujukan untuk membangun cipta kondisi sebelum memasuki perayaan natal dan tahun baru.

“Dari intensitas kita memang ditingkatkan dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tujuan kita melakukan cipta kondisi agar pengguna jalan tertib, terlebih kita akan menghadapi perayaan natal dan tahun baru, dan fokus kita adalah kendaraan yang memang bisa mengakibatkan kecelakaan, termasuk roda empat yang  lampu rem belakangnya tidak menyala, ini membahayakan,” terangnya.

Terdapat dua hal yang juga menjadi perhatian Kasatlantas, yakni penggunaan kendaraan bermotor oleh anak dibawah umur dan overload penumpang kendaraan terutama angkutan umum.

“Kita juga sering menemukan anak dibawah umur, yang diberikan atau diperbolehkan mengendarai roda dua oleh orang tua mereka. Jadi kita sampaikan, bahwa kepada orang tua jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur. Sempatkanlah waktu untuk mengantarkan anak ke tempat yang mereka tuju, karena jika dibiarkan, ini akan membentuk karakter anak untuk terus melakukan pelanggaran lalu lintas,” pintanya.

Yang terpenting, katanya adalah menjaga keselamatan mereka, jangan sampai menjadi korban kecelakaan yang bisa saja merenggut masa depan mereka. Bahkan menghilangkan nyawa mereka.

Dirinya mengimbau, agar pemilik kendaraan umum untuk tidak mengangkut penumpang atau barang melebihi kapasitas yang diperbolehkan.

“Jangan membawa penumpang hingga overload dan bahkan sampai ada yang naik ke atas mobil, ini sangat berbahaya, kalau kita temukan akan ditindak secara tegas, jangan anggap kecelakaan adalah takdir yang harus diterima. Namun berusahalah menghindari, agar tidak menjadi korban laka lantas dengan cara mematuhi peraturan lalu lintas,” harapnya.

Dari data Satlantas Polres Sambas, tilang diberikan sebanyak 906, teguran sebanyak 158, khusus roda dua, tidak menggunakan helm 155 pelanggaran, syarat teknis dan layak jalan 428 pelanggaran, tidak menyalakan lampu utama 68 pelanggaran dan balapan 1 pelanggaran. Kemudian tidak memiliki surat-surat lengkap sebanyak 176, pelanggaran rambu parkir sebanyak 2 kali dan rambu berhenti 1 kali. Total pelanggaran roda dua sebanyak 835.

Sementara untuk kendaraan roda empat keatas, pelanggaran berupa tidak melengkapi surat surat 44 unit, kelengkapan 20, sabuk keselamatan 2, pelanggaran marka 1 kali dan Rambu parkir 4 kali. Total pelanggaran roda empat sebanyak 71 unit.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR