Panwaslu Imbau Atribut Kampanye Tak Ganggu Aktifitas Masyarakat

Panwaslu Imbau Atribut Kampanye Tak Ganggu Aktifitas Masyarakat

BERBAGI
Foto: Sri Eka Kurnia Putra, Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Pontianak, saat menyampaikan materi pada Rakor Pengawasan Pemilu Partisipatif/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Pontianak, Sri Eka Kurnia Putra, mengimbau kepada bakal calon jangan memasang atribut kampanye di fasilitas umum. Karena mengganggu masyarakat untuk beraktivitas, apalagi dengan adanya baliho yang patah.

“Kita dari Panwaslu mengimbau kepada bakal calon untuk memasang atribut kampanyenya dengan betul-betul atau jangan semena-mena. Untuk yang patah jangan sampai mengganggu,” katanya, Rabu (15/11) siang.

Kemudian, Eka menjelaskan, terkait bakal calon yang menggunakan media sosial untuk mensosialisasikan visi dan misi untuk Pilkada tidak menjadi masalah.

“Kalau belum masuk dalam tahapan penetapan calon, kampanye, itu sebenarnya tidak masalah silahkan saja memperkenalkan diri sebagai bakal calon. Cuma misalnya di dalam media atau menggunakan media sosial akan dilihat regulasinya,” jelasnya.

Dikatakannya, Bawaslu mempersilahkan pasangan calon kampanye melalui media apakah dengan televisi dan sebagainya, dengan membuat aturan dan jadwal penanyangannya.

“Artinya durasinya berapa menit, kemudian dalam satu hari berapa kali penayangannya, itu harus disepakati dahulu dengan aturan di Bawaslu,” katanya.

Kemudian Panwasli sampaikan kepada KPU, kemudian KPU akan memanggil atau menyurati pasangan tersebut.

“Tapi kita buat aturan mainnya. Jangan setiap hari hanya satu pasangan calon terus muncul di media. Artinya mendominasi, mungkin dia incumbent dan banyak uang lalu yang lainnya tidak. Itu juga tidak boleh, kita harus adil dalam mempromosikan untuk calon,” tuturnya.

Sedangkan untuk baliho, Eka mengatakan, sekarang ini belum termasuk melanggar karena belum masuk dalam tahapan penetapan calon dan kampanye.

“Cuma yang dilarang itu ditempat fasilitas umum misalnya jembatan, rumah ibadah, sekolah. Sebenarnya di jalan-jalan itu yang hampir mendekati badan jalan juga tidak boleh,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR