Sepanjang 2017, 50 Pasang Nikah Siri di Pontianak Lakukan Itsbat Nikah

Sepanjang 2017, 50 Pasang Nikah Siri di Pontianak Lakukan Itsbat Nikah

BERBAGI
Foto: Panitera Pengadilan Agama Pontianak, Abang Muhammad Hasbi/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Panitera Pengadilan Agama Pontianak, Abang Muhammad Hasbi mengatakan tahun 2017 ini kurang lebih sudah ada 50 Itsbat Nikah (permohonan pengesahan pernikahan agar memiliki kekuatan hukum, red) dari masyarakat yang melakukan pernikahan siri di Kota Pontianak.

“Pada umumnya (yang melakukan Itsbat Nikah, red) menikah secara agama saja, ada juga yang sudah lama menikah, lalu surat nikahnya hilang, jadi itsbat dan dapat yang baru,” kata Hasbi pada Rabu (15/11).

Karena, katanya salah satu syarat bagi anak yang lahir untuk mendapatkan akta kelahiran adalah orang tuanya harus memiliki akta nikah. Sementara mereka yang melakukan nikah siri, tidak tercatat oleh negara meskipun sah secara agama. Berkaitan dengan itu, pasangan tersebut harus melakukan itsbat nikah di Pengadilan Agama.

“Mereka yang lahir dari pernikahan di bawah tangan, rata-rata belum memiliki akta kelahiran,” sebutnya.

Dengan begitu mereka yang telah melakukan itsbat nikah akan mendapatkan akta nikah sebagaimana mestinya diatur oleh Negara, hingga bisa melengkapi syarat administrasi untuk mendapatkan akta kelahiran bagi anaknya. Ini penting mengingat anak harus memiliki perlindungan hukum guna mempermudah segala urusannya di kemudian hari.

“Apalagi sekarang kalau sekolah harus ada akta kelahiran, jadi kalau mereka tidak punya bukti hukum secara sah bahwa mereka anak dari si A, bukti hukumnya akta kelahiran, kalau tidak tidak bisa daftar sekolah. Atau bisa jadi apakah anak ini jadi ahli waris, jadi permasalahan juga,” jelasnya.

(Imam/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR