Tim Gabungan Amankan 10 Pekerja saat Razia Lokasi PETI di Sambas

Tim Gabungan Amankan 10 Pekerja saat Razia Lokasi PETI di Sambas

BERBAGI
Foto: Tim gabungan saat melakukan razia di lokasi PETI di Sambas/Istimewa

Sambas, thetanjungpuratimes.com – Tim gabungan Polres Sambas bersama Satpol PP kabupaten Sambas dan Koramil Sambas, Rabu (15/11) menggelar razia Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran sungai Teberau Sambas. Dalam kegiatan itu sebanyak 10 orang pekerja berhasil diamankan.

Wakapolres Sambas Kompol Jovan R Sumual mengungkapkan, dalam razia tersebut tim gabungan berhasil menyisir tiga lokasi PETI di desa Madak kecamatan Subah kabupaten Sambas.

“Di TKP di temukan tiga lokasi aktivitas PETI dalam keadaan sedang beroperasi. Lokasi pertama Dusun Karangan desa Madak Kecamatan Subah ditemukan satu Set mesin domfeng di pinggir sungai. Selanjutnya dimusnakan ditempat dengan cara di bakar. Sedangkan pemiliknya sudah tidak ada di tempat, mereka kabur,” ujar Wakapolres, Rabu (15/11).

Dilokasi tersebut ditemukan satu unit motor Yamaha merk Rx King, serta satu unit motor Yamaha merk Jupiter MX.

Lokasi Kedua lanjut Wakapolres, juga di dusun Karangan desa Madak, ditemukan dua set mesin domfeng dalam keadaan sedang beroperasi.

“Keduanya dimusnakan ditempat dengan cara di bakar, sedangkan pemiliknya juga sudah kabur,” katanya.

Kemudian di lokasi Ketiga, disebutkan oleh Jovan, juga masih di Karangan Desa Madak kecamatan Subah, ditemukan tiga set mesin Domfeng dalam keadaan beroperasi.

Lokasi penyergapan menurut Jovan, masih ditempat yang sama saat dilakukan razia lebih dari sebulan yang lalu, di Kecamatan Subah, Desa Madak.

“Mereka ditangkap saat sedang melakukan aktifitas, lokasi penangkapan dan PETI tersebut masih di Dusun Karangan Desa Madak, Kecamatan Subah, terdapat enam set mesin yang tersebar di tiga titik lokasi, saat aparat datang menyergap, dua mesin sedang beroperasi,” ungkapnya.

Pada Operasi yang dimulai sejak pagi, pukul 09.40 WIB hingga 12.30 WIB itu, 60 personil aparat gabungan yang terdiri dari Anggota TNI, Polri, Satpol PP dan Instansi terkait juga mengamankan 6 set mesin pendulang emas atau domfeng.

“Ada 6 set mesin yang diamankan oleh aparat, satu kita bawa sebagai barang bukti, sisanya dihancurkan di lokasi,” pungkasnya.

Selain menghancurkan 5 set mesin domfeng, aparat juga mengamankan barang bukti berupa dua unit sepeda motor.

Terduga pelaku akan dikenakan Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang pengelolaan sampah dan yang mana jika dilanggar maka akan dikenakan sanksi 3 bulan kurungan dan denda sebesar Rp50 juta, serta Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang mana jika didapati melakukan pelanggaran atau pencemaran terhadap sungai, maka akan ditindak dengan hukuman penjara 3 tahun dan denda Rp3 Miliar.

(Gindra/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR