Balai Bahasa Gelar Diseminasi Pengayaan Kosakata Bahasa Daerah

Balai Bahasa Gelar Diseminasi Pengayaan Kosakata Bahasa Daerah

BERBAGI
Foto: Kepala Bidang Pengembangan Badan Bahasa Kemdikbud, Dora Amalia/Sukardi
Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Balai Bahasa Kalimantan Barat menggelar diseminasi program pengayaan dan inventarisasi kosakata bahasa daerah bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (16/11).

Kepala Bidang Pengembangan Badan Bahasa Kemdikbud, Dora Amalia mengatakan, KBBI daring menjadi sarana bagi masyarakat lokal untuk menyumbangkan, dan mengoreksi kata-kata yang memiliki definisi yang kurang tepat.

“Kami menyediakan dua fitur pencarian pada KBBI daring, fitur pertama sebagai sumber rujukan dan fitur yang kedua sebagai fitur usulan, yang memungkinkan masyarakat berkontribusi, baik penambahan kata baru atau mengoreksi kata yang ada, ini dalam bentuk bahasa daerah. Jadi diseminasi ini memang sasaran utamanya adalah menjaring kontribusi bahasa daerah untuk memperkaya bahasa Indonesia,” katanya.

Dikatakannya, kepunahan bahasa daerah hampir terjadi di semua daerah, dengan faktor penutur sudah tidak memakai lagi bahasa daerah tersebut, kemudian kondisi tertentu yang khusus, misalnya suatu kelompok tutur yang terpencil dan terkena bencana alam, kemudian karena ada sikap bahasa yang kurang mendukung, merasa tidak bergengsi menggunakan bahasa daerah.

“Fitur pencarian di dalam KBBI akan ada notifikasi kalau kita mencari kata yang belum ada. Syarat utama, pengguna harus mendaftar terlebih dahulu via email. Untuk kata yang diusulkan tidak ada batasan,” katanya.

Dirinya menyaarankan penggunaan bahasa daerah secara konsisten dan tidak dicampur, kemudian menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, serta tidak mencampur bahasa asing dengan bahasa Indonesia.

“Itu memang fenomena yang sesaat yang kadang-kadang itu memang dimunculkan sebagai identitas kelompok tertentu. Itu tidak terlalu mengkhawatirkan, selama itu dilakukan di kelompoknya. Yang dikhawatirkan ketika akan presentasi, membuat makalah, ataupun tulisan yang sifatnya formal itu terpengaruh, berbicara di forum resmi harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR