Bawaslu Kalbar Susun Indeks Kerawanan Konflik

Bawaslu Kalbar Susun Indeks Kerawanan Konflik

BERBAGI
Foto: Krisantus Heru Siswanto/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Barat telah melakukan beberapa persiapan menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar tahun 2018 mendatang. Salah satunya adalah menyusun indeks kerawanan konflik saat pemilu.

“Kami menyusun idek kerawanan (konflik) Pemilu. Ini beda dengan maping kerawanan kepolisian,” ujar Krisantus Heru Siswanto, Komisioner Bawaslu Kalbar, Kamis (16/11).

Kata Krisantus, Kapolri sendiri sudah mengategori beberapa daerah masuk kategori rawan satu, termasuk Kalimantan Barat. Menurut Kapolri hal ini karena ada rekam jejak konflik sosial di Kalbar.

“Sementara kami melihat selama Pilkada tidak pernah terjadi konflik sosial. Nanti hasil maping kami ini akan disampaikan di Jakarta,” tegasnya.

Hal pertama yang perlu dilakukan Panwas di provinsi, katanya adalah kabupaten, kecamatan dan desa adalah mempersiapkan perangkat dan aparatur, dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa.

“Maka sekarang kami menunggu surat edaran dari Jakarta agar nanti panwas kabupaten bisa memerintah panwascam merekrut di tingkat desa. Sebab dibulan Juli harus terbentuk pengawas TPS (tempat pemungutan suara),” tuturnya.

Menurut Krisantus, memenuhi pengawas di TPS agak susah. Sebab itu Bawaslu harus lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.

Terkait Pilgub dan Wagub Kalbar 2018, Wan Taufiqurahman, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu mengatakan, dirinya sangat yakin jika pelaksanaan Pemilu Gubernur 2018 akan berjalan dengan aman dan lancar. Karena Kapuas Hulu sangat berbeda dengan Kabupaten lain yang selalu menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.

“Namun begitu kita tidak boleh lengah, harus saling jaga semuanya. Termasuk peran media yang begitu besar,” ungkapnya.

Dalam Pemilu sendiri kata Wan Taufiq bukanlah bicara soal suku, agama apa yang memimin suatu daerah, tapi bagaimana pemimpin itu bisa maju dan mengembangkan daerah Kalimantan Barat.

“Sekarang kan udah banyak baleho calon Gubernur Kalbar terpasang dijalan, tinggal kita pilih mana yang terbaik,” ucapnya.

Maka untuk itu politisi Golkar ini sangat mengharapkan semua peran masyarakat dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam Pemilu nanti, jangan sampai daerah Kapuas Hulu ini mudah diadu domba bahkan dihasut oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan Kapuas Hulu menjadi tidak tenang.

“Karena kita tahu selama ini, setiap ada Pemilu, daerah Kapuas Hulu selalu aman saja,” tuntasnya.

(Yohanes/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR