Pakan Permen Sapi yang Murah

Pakan Permen Sapi yang Murah

BERBAGI
Foto : Duta Setiawan, S.Pt M.Si, Dosen Peternakan Fakultas Pertanian Untan/R

Thetanjungpuratimes.com – Bertempat di ruang seminar Rumah Kito Resort Hotel acara Seminar Nasional VI (Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia) HITPI tahun 2017 diselenggarakan dengan mengangkat tema yang melanda berbagai negara di dunia yaitu masalah Ketahanan pangan yang menjadi hajat hidup orang banyak dengan tema “Peran Strategis Tumbuhan Pakan dalam Mendukung upaya khusus sapi indukan wajib bunting (UPSUS SIWAB)”.

Selama ini, pakan yang dipakai oleh para peternak adalah pakan buatan pabrik yang harganya terus mengalami kenaikan sedangkan harga jual ternak sering fluktuasi di pasaran.

Banyak ilmuwan yang telah melakukan penelitian-penelitian di peternakan dan pertanian dari berbagai daerah di Indonesia ikut menghadiri seminar ini. Diantaranya dosen Peternakan Universitas Tanjungpura Duta Setiawan, S.Pt, M.Si dan kepala sekolah jurusan ruminansia SMKN 1 Kuala Mandor B bapak Puryoto, ST, S.Pd mewakili masyarakat Kalimantan Barat dalam pertemuan tersebut.

Dalam acara ini diisi oleh pejabat Direktorat Pakan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian yaitu Ir. Roro Sri Widayati, MMA yang menjadi keynote speaker paparkan tantangan dan peluang peningkatan populasi ternak melalui UPSUS SIWAB.

Target program nasional UPSUS SIWAB pada tahun 2017 melakukan Iinseminasi Buatan (IB) sebanyak 4.000.000 ekor betina produktif akseptor dan induk sapi wajib sebanyak 3.000.000 ekor atau dengan kata lain 75% wajib bunting setelah di IB pemaparan Roro. Pada bulan Oktober 2017 capaian program tersebut sudah tercapai 85% pelaksanaan IB pada 3,4 juta ekor indukan sapi akseptor.

Perlu kerjasama lintas sektoral untuk lebih menggenjot produksi daging sapi  yang selama ini masih belum terpenuhi seperti faktor pendukung penyediaan hijaun yang berkualitas, penanganan penyakit dan gangguan reproduksi.

Duta Setiawan, S.Pt M.Si yang juga menjadi tim pendamping UPSUS SIWAB dari Universitas Tanjungpura juga memaparkan evaluasi pelaksanaan UPSUS SIWAB di propinsi Kalimantan Barat.

Dari data petunjuk pelaksanaan UPSUS SIWAB Kalimantan Barat sebanyak 36. 373 ekor akseptor sapi indukan wajib bunting dan target indukan bunting 75% yaitu sebanyak 23.642 ekor betina bunting. Selama tahun 2015 sampai 2017 sebanyak 39% kebutuhan sapi di datangkan dari Pulau Madura.

Potret Kalbar dalam pelaksanaan program ini sudah terlaksana 86% kawin suntik, keberhasilan ini karena sudah tingginya tingkat kesadaran peternak sapi akan teknologi IB ini berbeda dengan kondisi 10 tahun yang lalu masih banyak sapi yang kawin alam. Salah satu faktor kunci keberhasilan pakan adalah dengan melakukan perencanaan sumber bahan pakan ternak, karena pakan ternak sapi menyumbang lebih dari 70% biaya operasional pemeliharaan sapi.

Kami tawarkan produk pakan yang lebih bergizi, manis dan disukai ternak. Pakan Blok atau istilah kerennya permen sapi berbasis limbah sawit banyak terdapat di Kalimantan Barat. Di daerah Mega Timur banyak lumpur sawit yang dibuang di sekitar kebun sawit, ini merupakan bahan pakan yang baik dan low cost atau murah bisa dikembangbiakkan oleh masyarakat.

Dalam penelitianya selama 2 tahun di Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya peternak sapi bisa menghasilkan pertambahan bobot badan sapi sekitar 0,7 kg sampai 0,9 kg perhari. Harga permen sapi pun sangat murah dengan proses pembuatan yang sangat mudah bisa dilakukan secara sederhana oleh peternak. Biaya pembuatan permen sapi hanya berkisar Rp. 2.500-Rp. 3.000 per Kg permen sapi. Kebutuhan biaya pakan sapi per hari hanya sekitar Rp 9.400 sampai Rp. 11. 640.

(R/Muh)

Oleh : Duta Setiawan, S.Pt M.Si

Dosen Peternakan Fakultas Pertanian Untan

TIDAK ADA KOMENTAR