Banjir di Kapuas Hulu, Pedagang Jualan di Badan Jalan

Banjir di Kapuas Hulu, Pedagang Jualan di Badan Jalan

BERBAGI
Foto : Para Pedagang Berjualan di badan jalan Diponegoro Putussibau karena lokasi Pasar Pagi Tergenang Banjir/Yohanes

Kapuas Hulu, thetanjungpuratimes.com – Puluhan pedagang sayur dan daging memadati jalan Diponegoro Putussibau, kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Selasa (28/11) pagi. Para pedagang berjualan di badan jalan tersebut lantaran kawasan Pasar Pagi tempat mereka berjualan terendam banjir. Jalan Diponegoro pun dipadati warga yang melakukan transaksi jual beli kebutuhan harian, akibat lainnya kendaraan yang melintas jadi macet.

Salah seorang pedagang, Ida, mengatakan, dirinya harus berjualan walaupun lesehan di tengah genangan air di badan jalan Diponegoro, karena sayur-sayuran yang ia jual mudah busuk.

“Kami memang harus cepat jualnya, kalau tidak maka busuk ini sayur-sayurnya, kami yang rugi,” tuturnya.

Ida mengatakan, terpaksa berjual di jalan tersebut karena lokasi yang ada di pasar pagi sudah terendam. Ketinggian air sekitar satu setengah meter.

“Kalau kami jual di dalam siapa yang mau beli, tentu tidak ada,” tegasnya.

Disinggung harga sayur mayur yang dijualnya, Ida menuturkan harga masih sama, tidak ada kenaikan. Menurutnya, pedagang lain juga demikian.

“Harga tetap sama sih, kita ngejar lakunya. Kalau harga mahal, tidak ada yang beli, sama juga akan busuk,” ujarnya.

Dia pun berharap agar banjir segera surut, sehingga para pedagang bisa kembali ke pasar pagi, tidak lagi jual di badan jalan.

“Semoga cepat surut, biar orang beli juga seperti biasanya. Ini karena banjir, warga yang beli tidak seperti biasanya,” ungkapnya.

Banjir tidak hanya terjadi di kawasan pasar pagi kecamatan Putussibau Utara. Tapi hampir di seluruh wilayah Kabuapten Kapuas Hulu. Informasi yang berhasil dihimpun beberapa sekolah sudah diliburkan karena genangan air cukup tinggi. Akan tetapi aktifitas perkantoran Pemkab Kapuas Hulu serta instansi vertikal lainnya tetap beraktifitas seperti biasa.

(Yohanes/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR