Akhirnya Rusman Ali Resmi Mundur Sebagai Calon Bupati Kubu Raya

Akhirnya Rusman Ali Resmi Mundur Sebagai Calon Bupati Kubu Raya

Rusman Ali: Masih banyak figur yang dapat menggantikan saya

BERBAGI
Foto: Rusman Ali saat didampingi Wakil Bupati Kubu Raya, Hemanus, Plt. Sekda Kubu Raya, Odang Prasetyo, dan pengurus parpol saat menyampaikan niatnya mundur sebagai calon bupati Kubu Raya, Kamis (30/11)/Faisal

Kubu Raya, thetanjungpuratimes.com – Rusman Ali secara resmi mengundurkan diri sebagai calon bupati Kubu Raya untuk priode 2018-2023 mendatang.

Menurut mantan anggota DPR RI ini, niatnya mundur untuk mengikuti pesta demokrasi di Kubu Raya itu bukanlah tanpa alasan, karena dari pihak keluarganya sendiri juga meminta agar dirinya mundur sebagai calon bupati, dan dalam rapat keluarga yang digelar beberapa kali juga memutuskan agar dirinya mundur sebagai calon bupati Kubu Raya.

“Keputusan ini saya ambil melalui proses panjang, selain hasil keputusan rapat dengan keluarga, juga melalui salat Istikarah yang selalu saya lakukan,” ungkap Rusman Ali dihadapan pengurus Parpol pengusung, kepala SKPD, dan sejumlah media, Kamis (30/11).

Rusman Ali memutuskan tidak maju pada pilkada serentak 2018 sebagai bakal calon Bupati adalah untuk memberi ruang bagi masyarakat Kubu Raya untuk maju dan tampil dalam perhelatan tersebut.

“Saya ingin memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memimpin Kubu Raya. Biar masyarakat yang lain juga dapat merasakan dan dapat tempat untuk ikut bersaing dalam pemilu mendatang,” katanya.

Rusman Ali juga ingin memberikan contoh dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat Kubu Raya. Bagaimana setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk dapat maju.

“Kubu Raya memiliki calon-calon pemimpin yang berkualitas dan saya ingin memberikan kesempatan kepada mereka untuk menunjukan kepada masyarakat bahwa mereka juga memiliki kemampuan dan tempat untuk melakukan yang terbaik bagi pembangunan Kubu Raya,” katanya.

Rusman Ali mempelajari dan mengikuti perkembangan politik dimasyarakat, terutama yang berkembang dimedia sosial, yang mana kecenderungan pada tindakan dan perbuatan tidak baik, dan tidak menyenangkan karena perbedaan dukungan.

Dirinya tidak ingin masyarakat menjadi korban dari kegiatan politik yang tidak sehat, dan menginginkan masyarakat disajikan pendidikan politik yang baik, cara berdemokrasi yang baik dan mencerdaskan masyarakat dalam berdemokrasi.

Disamping itu, Rusman Ali juga ingin tetap fokus menyelesaikan tugas dan pengabdian serta pembangunan Kubu Raya hingga akhir masa jabatan pada Februari 2019 mendatang. Agar semua program yang diusung Rusman Ali dan Hermanus selama lima tahun kepemimpinan dapat selesai dengan baik.

Dirinya menitipkan untuk melanjutkan segala program pembangunan yang baik kepada calon-calon pemimpin mendatang di Kubu Raya, seperti program pembangunan infrastruktur jalan poros, insentif guru ngaji dan fardhu kifayah, insentif dukun beranak, peningkatan insentif RT, RW, Kepala Dusun dan Perangkat Desa, program imbal swadaya, program pendidikan muatan lokal keagamaan, serta program-program pembangunan yang lain baik fisik dan non fisik.

Tak lupa juga dirinya menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung, konstituen, simpatisan, relawan dan seluruh Partai politik yang semula mendukung dirinya, atas keputusan yang diambil untuk tidak maju pada pilkada 2018 mendatang.

“Saya pesan ke masyarakat Kubu Raya agar jangan sampai salah pilih bupati,” pintanya.

(Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR