Lokalisasi dan Peredaran Miras Dibiarkan di Ketapang ?

Lokalisasi dan Peredaran Miras Dibiarkan di Ketapang ?

BERBAGI
Foto : Korban minum minuman keras tewas di kafe kolam/Rizar

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Terkait penemuan seorang pengunjung tempat hiburan malam yang tewas di kawasan diduga lokalisasi (kolam) Kafe Maria, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis malam lalu, komplek yang dicap warga sebagai lokalisasi yang sudah cukup lama ini kembali menjadi perhatian banyak pihak, khususnya tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Kabupaten Ketapang.

Menurut Warga, komplek kawasan lokalisasi yang diketahui sudah berdiri cukup lama di tengah area pemukiman penduduk ini, terlihat gamblang dan tidak tersentuh aparat penegak hukum, seperti Satpol PP dan Polres Ketapang, yang terkesan membiarkan peredaran miras serta praktik prostitusi di dalam kawasan ini.

Ketua Gerakan Pemuda Islam Kabupaten Ketapang, Theo Bernadhi, mengatakan, untuk lokasi prostitusi kolam ini memang sudah cukup lama eksistensinya di tengah kota Ketapang, apalagi kemarin ada yang meninggal di sana setelah mengkonsumsi minuman keras, yang membuat semua mata kembali tertuju ke daerah lokalisasi itu, dan otomatis membuat malu warga Ketapang.

“Terus terang saya menyayangkan adanya lokalisasi ini, karena dengan adanya kejadian ini, mata publik akan tertuju ke kota Ketapang, dan membuat malu seluruh masyarakat Ketapang, dengan keberadaan kawasan lokalisasi ini,” kata Theo Bernadhi kepada media.

Tak hanya itu, bapak satu anak ini juga mengatakan, keberadaan lokasi ini memang sudah terdengar cukup lama, namun terkesan sengaja dibiarkan oleh pemerintah daerah dan aparat kepolisian, yang membuat praktik prostitusi dan penjualan miras semakin menjamur bebas di kawasan maksiat ini.

“Kita tau, lokasi ini memang sudah santer terdengar cukup lama keberadaannya di kota Ketapang, dan itu membuktikan seolah-olah aparat penegak Perda seperti Satpol PP dan polisi menutup mata akan hal ini, ya dengan begitu praktik prostitusi dan penjualan miras pasti akan semakin menjamur di sana, akibat pembiaran itu tadi,” ucapnya.

Terkait kasus tewasnya pelanggan kafe, Theo berharap hal itu akan menjadi cambuk bagi pemda kabupaten Ketapang dan aparat kepolisian, untuk dapat segera mengambil sikap, dalam upaya pemberantasan praktik prostitusi dan peredaran minuman keras di kabupaten Ketapang, seperti penggusuran dan penutupan kawasan ini, agar memberikan efek jera bagi para pelaku.

“Terkait masalah tadi, saya berharap itu dapat menjadi cambuk bagi pemda kabupaten Ketapang dan aparat kepolisian, untuk dapat sesegera mungkin mengambil tindakan tegas, seperti penertiban dan penggusuran kawasan maksiat ini, agar nantinya sedikit demi sedikit peredaran miras dan praktik prostitusi di kota Ketapang dapat dihilangkan, dan memberi efek jera bagi para pelakunya,” harapnya.

Sementara itu, Isa Anshari sebagai tokoh masyarakat kabupaten Ketapang menegaskan, untuk kawasan lokalisasi dan cafe remang-remang sebagai tempat peredaran miras yang banyak bertebaran di kota Ketapang ini, seharusnya itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum seperti Satpol PP, Disperindag, dan aparat kepolisian, bukannya malah membiarkan dan terkesan menutup mata.

“Nah, untuk kawasan lokalisasi, cafe remang-remang, dan tempat maksiat lain sebagai tempat peredaran miras dan perjudian yang banyak bertebaran di kota Ketapang ini, seharusnya itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum seperti Satpol PP, Disperindag, dan aparat kepolisian, bukannya malah membiarkan dan terkesan menutup mata, seolah-olah tidak tau akan keberadaan tempat itu,” tegasnya.

Isa juga meminta kepada aparat kepolisian, untuk segera mengambil langkah kongkrit dalam menegakan aturan di kabupaten Ketapang, untuk memberantas peredaran miras, narkoba, praktik prostitusi dan perjudian yang selama ini dibiarkan di kawasan lokalisasi kolam, pasar sentap dan terminal kota Ketapang, sebelum kebijakan untuk penegakan aturan diambil alih oleh masyarakat.

“Untuk aparat kepolisian dan pemerintah daerah khsusunya Satpol PP kabupaten Ketapang, agar dapat segera melakukan tindakan nyata dalam waktu dekat, untuk memberantas peredaran miras, narkoba, praktik prostitusi dan perjudian yang selama ini dibiarkan di kawasan lokalisasi kolam, pasar sentap dan terminal kota Ketapang, sebelum kebijakan penegakan aturan diambil alih oleh masyarakat, yang sudah mulai kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum di kota Ketapang ini,” pungkasnya.

(Rizar/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR