Sutarmidji : Pemeluk Agama Harus Saling Menghargai

Sutarmidji : Pemeluk Agama Harus Saling Menghargai

BERBAGI
Foto : Sutarmidji, Wali Kota Pontianak saat menyampaikan sambutan pada agenda Buddhist Inside I yang digelar Himpunan Mahasiswa Buddhis Kota Pontianak/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, pada saat membuka agenda Buddhist Inside I, yang di gelar Himpunan Mahasiswa Buddhis Kota Pontianak, mengatakan, pemeluk agama satu dan agama lainnya harus saling menghargai.

“Ketika pemeluk agama saling menghargai dan membaur, jadi tidak ada gesekan apa pun,” katanya, Sabtu (2/12).

Sutarmidji menuturkan, tema kegiatan ini bagus, adapun tema yang diusung ialah Mahasiswa Buddhis pelestari dharma, penjaga kebhinekaan.

“Temanya bagus, dan saya berharap betul-betul bisa terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling penting menjaga kebersamaan dan saling menghargai keyakinan orang masing-masing,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, pancasila menjadi ideologi dan kesepakatan bersama. Apabila ada yang mengusik maka negara yang akan mengurusnya.

“Para pemeluk agama saling menjaga keharmonisan. Pontianak hampir tidak pernah terjadi masalah yang berkaitan dengan agama. Tetapi yang menjadi masalah adalah ujaran yang membahas agama yang lain. Makanya saya selalu memberi ruang agama dan etnis apa pun untuk melaksanakan kegiatannya di Kota Pontianak, termasuk mendirikan rumah ibadah,” katanya.

“Saya berharap kedepan semua aturan dipatuhi. Saya berharap tidak ada kehidupan eksklusif di Kota Pontianak. Mari hilangkan sekat antara agama satu dan agama lainnya,” harapnya.

Ketua Umum Pengurus Cabang Hikmabudhi Pontianak, Lucyana Yulia, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan pemuda umat Buddha serta sebagai ajang silaturahmi antar mahasiswa buddhis di Kota Pontianak.

“Buddhist Inside ini menjadi sarana silaturahmi bersama mahasiswa Buddhis, serta silaturahmi bersama mahasiswa dari organisasi kepemudaan lainnya yang tergabung di dalam Cipayung Plus,” katanya.

Dirinya berharap, para mahasiswa Buddhis khususnya yang berada di Kota Pontianak paham akan kebhinekaan atau keberagaman.

“Dari kegiatan ini, para mahasiswa Buddhis belajar keberagaman dan belajar kiat-kiat cara menjaga keberagaman, karena kita tahu, setiap kita berinteraksi kadang ada gesekan, sehingga mengetahui cara untuk mengatasi gesekan itu,” pungkasnya.

(Sukardi/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR