Warga Pagar Lahan di Bawah Jembatan Landak, Sutarmidji: Saya Beri Waktu Tiga...

Warga Pagar Lahan di Bawah Jembatan Landak, Sutarmidji: Saya Beri Waktu Tiga Hari untuk Dibongkar!

BERBAGI
Foto: Sutarmidji, Wali Kota Pontianak/Imam

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Wali Kota Pontianak, Sutarmidji memberi waktu tiga hari kepada pihak yang memagar dan mengklaim lahan di bawah jembatan Landak untuk segera membongkar pagarnya. Ia tidak ingin ada hambatan apapun terkait pembangunan jembatan Landak yang sekarang ini pada tahap persiapan pengerjaan dan akan segera dimulai.

“Saya beri waktu tiga hari, terhitung mulai hari ini, kepada mereka yang mengklaim itu tanah mereka padahal itu tanah Daerah Milik Jalan (DMJ) dan sekarang sedang dalam proses gugatan, untuk segera membongkar pagar itu,” tegasnya, Selasa (5/12).

Bila mereka tidak membongkar pagar itu, lanjut Sutarmidji, pihaknya akan menurunkan petugas Satpol PP dengan bantuan kepolisian dan Kodim untuk membongkarnya.

Ia menegaskan, sengketa ini masih dalam proses hukum dan tidak boleh ada yang mengklaim bahwa dia sudah pasti berhak. Pihaknya akan mengikuti proses hukum, tetapi pembangunan tidak boleh terganggu walaupun ada gugatan.

“Jadi, saya minta segera siapapun yang memagar  itu segera bongkar dalam waktu tiga hari dari sekarang. Saya tidak main-main karena kita bicara masalah hukum dan putusan pengadilan belum ada,” sebutnya.

Dirinya mempersilakan pihak yang mengklaim itu lahan mereka menggugat di pengadilan. Namun secara tegas ia meminta mereka yang memagar tanah itu segera membongkarnya.

“Kalau tidak, saya pasti bongkar. Bagus mereka bongkar sendiri supaya sengnya bisa mereka gunakan kembali. Kalau kita yang bongkar justru mereka yang akan rugi sendiri,” ucapnya.

Menurutnya, pengacara sebagai kuasa hukum mereka, semestinya memberikan pemahaman kepada mereka yang mengaku-ngaku dan mengklaim itu lahan miliknya, bahwa yang namanya proyek pemerintah itu tidak boleh dihentikan dan tidak boleh terganggu, sekalipun ada gugatan dan lain sebagainya.

Dikatakannya, apapun nanti putusan hukumnya, semua pihak harus menghormati putusan itu. Tak terkecuali pemerintah, juga harus menghormati.

Namun Sutarmidji mengingatkan bahwa sebelumnya sudah pernah ada gugatan dan sudah ada putusan pengadilan atas lahan tersebut.

“Sekarang orang lain lagi gugat, nanti kalah lagi, terus ada lagi yang gugat,” imbuhnya.

Sutarmidji tidak akan mentolerir sekecil apapun gangguan dalam pembangunan jembatan Landak, sebab ini merupakan proyek vital bagi Kota Pontianak dan tidak boleh ada siapapun yang mengganggu. Sementara untuk ganti rugi ruko-ruko, pihaknya akan mengganti setelah ada penilaian dari lembaga appraisal.

Bidang Sungai Dinas Perhubungan Kota Pontianak juga dimintanya untuk membantu memberikan pengamanan demi kelancaran pembangunan jembatan Landak dan waterfront. Tidak hanya Jembatan Landak, sambung dia, pembangunan waterfront pun kalau ada yang menghambat, akan ditindak tegas.

“Jangan sampai kepercayaan pusat yang sudah memberikan anggaran cukup besar kepada kita nanti justru merugikan kita,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY