Krim Pemutih Ilegal Dijual Melalui Online, BPOM: Hati-Hati!

Krim Pemutih Ilegal Dijual Melalui Online, BPOM: Hati-Hati!

BERBAGI
Foto: BPOM saat menggelar operasi mendadak di Pasar Kapuas Indah menemukan pensil alis dengan nomor izin lama dan tidak berlaku lagi/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kalimantan Barat, Corry Panjaitan menuturkan, banyak produk kosmetik ilegal beredar dan dijual melalui online, yang paling sering krim pemutih.

“Karena memang krim pemutih itu diminati oleh ibu-ibu, jadi itu yang paling banyak beredar dan biasanya dijual secara online pada saat sekarang ini,” tuturnya saat operasi mendadak di Pasar Kapuas Indah, Rabu (6/12).

Dirinya menjelaskan, krim pemutih ilegal tersebut mengandung merkuri, dampak dari penggunaaannya adalah terjadinya alergi pada kulit, ditandai dengan rasa gatal, lama-lama menjadi hitam yang bersifat permanen.

“Kemudian krim pemutih yang mengandung mercuri walaupun di dalam permukaan, tapi permukaan kulit ini bisa mempunyai daya serap, sehingga ini bisa masuk ke dalam pembuluh darah itu sangat merusak ginjal,” jelasnya.

Dirinya menuturkan, untuk penangangan peredaran kosmetik ilegal secara online, BPOM Kalbar menelusuri dan bekerjasama dengan pihak kepolisian.

“Sudah ada yang tertangkap, saat ini sedang dalam penyelesaian administrasi penyidikan,” tuturnya.
Corry Panjaitan mengatakan, untuk di wilayah pasar tradisional di Pontianak belum ditemukan.

“Karena memang di Pasar Tengah itu pada awal 2017, para pedagang dipanggil dan dilakukan sosialisasi dan sekarang ini semacam evaluasi apakah ada dampak sosialisasi, sampai saat ini belum kita temukan produk-produk ilegal kecuali tadi itu pensil alis,” katanya.

Ia memaparkan, sebenarnya BPOM mengajari para penjual untuk mampu telusur, sehingga mereka tidak bisa membeli produk dari sales freelance, karena kalau ada faktur, otomatis ada sarana distributornya.

“Artinya kalau nanti kita temukan produk ilegal yang dijual oleh distributor, tentu yang kita tindak distributornya karena ada barang bukti. Tapi kalau tidak ada barang bukti tentu yang kita perkarakan ya penjual. Kalau nanti kita menemukan toko-toko itu ada membeli produk tanpa izin edar dari sarana distributor, kita tindaklanjuti dengan syarat ada barang bukti seperti faktur tadi,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY