Bandar Narkotika juga Dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang

Bandar Narkotika juga Dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang

BERBAGI
Foto : Kepala BNNP Kalbar, Brigjend Pol Nasrullah/Sukardi

Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Barat, Brigjend Pol Nasrullah menuturkan, untuk kasus penyebaran narkotika tidak hanya pada status bandar atau pemilik dari benda haram tersebut, namun para bandar narkotika juga dijerat melanggar tindak pidana pencucian uang.

“Tdak hanya sekadar narkotikanya saja, semua kekayaan dari yang bersangkutan dari bandar, itu juga dilaksanakan tindak pidana pencucian uang. Dengan harapan bahwa para bandar ini setelah ditangkap atau diproses itu, tidak bisa melakukan apa-apa lagi,” ucapnya.

Terkait tindakan tegas berupa tembakan mati pada para tersangkat tindak pidana narkotika, Ia menjelaskan tindakan tersebut menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Tindakan tegas itu hanya temporer atau situasional, kepada yang melakukan perlawan dan membahayakan petugas,” katanya.

Kemudian, katanya terkait peredaran obat yang masuk daftar G atau obat keras yang tidak boleh diproduksi lagi, yakni PCC atau Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol untuk wilayah Kalimantan Barat belum ditemukan peredaran PCC tersebut.

“Sampai saat sekarang baru satu kasus, yakni penggunaan Tramadol bukan PCC, Tramadol yang didapat dari daerah lain,” pungkasnya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY