Seorang Pria di Sekadau Tewas dengan Leher Terikat Kabel di Rumah Betang

Seorang Pria di Sekadau Tewas dengan Leher Terikat Kabel di Rumah Betang

Ketua DAD Sekadau: Secara logika kematian Robinson Ganjil

BERBAGI
Foto: Kondisi Robinson saat ditemukan warga di Rumah Betang Sekadau/Yahya

Sekadau, thetanjungpuratimes.com – Seorang pria yang memiliki gangguan kejiwaan atas nama Robinson alias Ringgong (31) ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa dengan kabel berwarna hijau putih bening di bagian lehernya. Saat ditemukan kabel tersebut masih terpasang distop kontak. Peristiwa tersebut terjadi di rumah Betang di Jalan Panglima Naga, Kota Sekadau, Senin, (11/12) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, seorang warga yang keluar dari kamar hendak mamadamkan lampu sekitar pukul 06.13 WIB. Saat itulah, warga tersebut melihat korban sudah tak bernyawa, tepatnya di kamar ke enam di Betang Youth Center. Kejadian tersebut pun langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy menuturkan, sempat bertemu dengan korban sebelum kejadian tersebut. Willy juga mengaku jika telah lama mengenal korban.

“Saya kenalnya memang sudah sangat lama. Almarhum asli orang Desa Ijuk, Kecamatan Belitang Hulu,” katanya di RSUD Sekadau.

Willy berpendapat, secara logika memang terdapat keganjilan dalam kasus tersebut. Menurutnya, dilihat dari posisi dan kondisi korban meninggal, tidak masuk akal dia (Ringgong, red) bisa menyimpul kabel seperti itu dengan kondisi tangannya yang cacat.

“Bahkan untuk minum saja korban memegang gelasnya menggunakan dua tangan,” ucapnya.

Terlepas dari itu, kata Willy, ia meminta masyarakat agar tidak main hakim sendiri atau bahkan saling menuduh. Ia meminta masyarakat untuk mempercayakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kita percayakan dan menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian. Jangan saling menuduh, ini yang paling penting,” tegas Willy.

Ia mengatakan, kasus ini tentunya menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Apalagi, kata dia, dengan adanya orang yang dinilai memiliki gangguan kejiwaan.

“Mereka yang gangguan jiwa bukan hanya Ringgong saja, ada yang lain. Jangan memperalat mereka, perlakukan mereka secara manusiawi, kalau memang dinilai membahayakan laporkan saja agar bisa ditangani,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sekadau, IPTU M Ginting mengatakan, untuk pengetahui penyebab kematian korban pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Ia mengatakan, jasad korban sudah berada di RSUD Sekadau untuk divisum.

“Kami masih menunggu hasil visum rumah sakit dulu,” katanya singkat.

(Yahya/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR