Student Goverment dan Solusi Kepemimpinan Bangsa

Student Goverment dan Solusi Kepemimpinan Bangsa

BERBAGI
Foto: Moh. Zodikin Zani, PU LPM PARADIGMA 2017-2019/Istimewa

Thetanjungpuratimes.com – Student Goverment dalam istilah sederhana biasa kita kenal dengan pemerintahan mahasiswa. Dimana dalam pemerintahan mahasiswa mengadopsi kelembagaan dalam negara, sehingga tak jarang kampus disebut dengan miniatur negara. Dikarenakan lembaga yang ada dalam negara juga ikut diterapkan dalam kampus, khususnya dalam wilayah lembaga kemahasiswaan. Terbukti dengan adanya wakil-wakil mahasiswa yang menduduki kursi kepemimpinan baik pemimpin jurusan, fakultas, ataupun universitas.

Adanya Student Goverment tentu sangat berdampak positif baik bagi  kampus maupun untuk bangsa indonesia secara umum. Bagi kampus adanya kelembagaan pemerintah mahasiswa mengindikasikan  bahwa kampus menjunjung tinggi demokrasi dan independensi mahasiswa. Dimana birokrasi kampus tidak secara otoriter apalagi totaliter ujug-ujug mencampuri urusan internal mahasiswa. Bagi negara bahwa negara tidak akan kehilangan stock pemimpin masa depan. Sehingga indonesia tidak akan mengalami krisis pemimpin yang berintegritas.

Menjadi hal yang teramat penting bahwa peran Student Goverment mesti dilakukan sebagaimana mestinya. Sebagai penampung sekaligus penyampai aspirasi mahasiswa. Dengan kata lain lembaga pemerintahan mahasiswa harus menjadi jembatan antara mahasiswa dan birokrasi agar adanya kesesuaian antara apa yang dibutuhkan mahasiswa dengan kebijakan dari birokrasi.

Pemerintah mahasiswa juga bertugas memantau agar birokrasi kampus tak semena-mena dalam mencanangkan sesuatu tapi tidak bermanfat bagi kemajuan mahasiswa. Disini peran pemerintah mahasiswa sangat dibutuhkan dan hanya merekalah yang mempunyai legalitas sebagai penyambung lidah rakyat meminjam bahasa Soekarno. Slogan dari mahasiswa, oleh mahasiswa dan untuk mahasiswa harus tetap menjadi acuan pemerintahan mahasiswa dalam membuat program dan kebijakan.

Tidak bisa dipungkiri dalam menjalan pemerintah mahasiswa memanglah tidak mudah. Terkadang intervensi memenjarakan pemerintah dalam melaksanakan program kerja. Tak jarang atmosfir dinamika kampus tak sejuk yang kemudian menghambat kinerja pemerintahan. Dilain hal, konflik internal dari pengurus juga ikut andil menjadi penghambat kelancaran roda pemerintahan. Namun hal ini tidak bisa dijadikan alasan sebab mahasiswa merupakan makhluk visoner yang gagah berani dan bebas menuruti kehendak nurani, sehingga tidak ada satupun batu penghalang yang  dapat mencegah kemauan mahasiswa dalam melaksanakan tugas intelektualnya.

Sebagai manusia yang terdidik yang mengemban peran agen of change, pemerintah mahasiswa dituntuk untuk melakukan perubahan atas realitas yang hegemonik dan menindas. Namun perubahan tidak akan terjadi jika hanya pemerintah mahasiswa berjalan sendirian sedangkan mahasiswa secara umum hanya berpangku tangan menunggu hasil.

Sedangkan proses menuju hasil itu tidak dilakukan. Semua elemen mahasiswa harus bersinergi dalam membangun iklim Student Goverment ataupun iklim kampus yag lebih manusia dan menjunjung tinggi akal sehat. Tentu menjadi tugas yang tidak mudah, tetapi semua perubahan harus berawal dari perjuangan semua elemen. Bergotong royong, bahu membahu menciptakan iklim yang demokratis demi terbentuknya karakter persatuan dalam batang tubuh kebangsaan kita.

Agar mencapai hasil optimal, perlu kiranya kita terapkan apa yang sering dilontarkan Soekarno “Jas Merah”. Untuk itu perlu berkaca pada gerakan pemuda terdahulu. Dimana sumpah pemuda pernah dikumandangkan oleh persatuan pemuda dari berbagai daerah. Meski berlatar belakang dan berbahasa yang berbeda namun mempunyai kesatuan tekad yaitu kemerdekaan Republik Indonesia.

Kita pasti juga mengingat apa yang dilakukan oleh pemuda saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan. para pemuda mendesak Soekarno agar segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanpa menunggu pemberian kemerdekaan dari jepang, selaku penjajah pada waktu itu.bahkan pemuda/mahasiswa sangat  berperan dalam menciptakan reformasi yang kita nikmati saat ini.

Mahasiswa melalui student goverment tidak hanya berhenti pada persatuan membangun kesolidan internal,melainkan juga ikut memberikan sumbangsih positif baik dalam pendidikan, hukum, ekonomi ataupun kehidupan sosial-politik masyarakat. Khusus di bidang pendidikan mahasiswa diperlukan sumbangsihnya untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita dengan berbagai gagasan, konsep atau bahkan metode pembelajaran/mendidik yang lebih aktif dan partsisipatoris. Pendidikan yang berbasis pada ideoogi bangsa tapi tidak kudet terhadap perkembangan teknologi.

Berangkat dari hal diatas, susah rasanya untuk direalisasikan  jika mahasiswa tidak memiliki 4 hal diantaranya : idealisme, cita-cita luhur, dan  kompetensi serta jiwa nasionalisme. Kesemuanya harus dimiliki mahasiswa sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa yang kaya raya ini.

Penulis: Moh. Zodikin Zani (PU LPM PARADIGMA 2017-2019)

(R/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR