DPR Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

DPR Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

BERBAGI
Foto: Ilustrasi kelangkaan elpiji 3 kg/Ant

Cirebon, thetanjungpuratimes.com – Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir mempertanyakan keresahan masyarakat di berbagai daerah akibat langkanya gas 3kg. Akibatnya muncul banyak antrian gas dimana-mana dan menimbulkan banyak spekulasi di media.

Hal tersebut mengemuka saat Tim Kunker Komisi VII DPR mengunjungi PT Pertamina Persero RU VI Balongan yang dihadiri Perwakilan Dirjen Migas KESDM RI, Perwakilan SKK Migas, Direksi PT. Pertamina (Persero), GM Pertamina MOR III dan GM PT. Pertamina (Persero) RU VI di Cirebon Jawa Barat.

Peristiwa kelangkaan gas 3kg bukan terjadi untuk kali pertama. Oleh karena itu politisi Demokrat ini meminta Pertamina segera meredam kelangkaan gas 3kg dan meninjau ulang regulasi terkait distribusi gas subsidi 3kg supaya lebih terjamin dan merata.

“Saya menemukan sendiri fakta di lapangan ada oknum yang bisa menguasai 15 unit usaha suplai/distributor gas 3kg di wilayah tertentu. Monopoli bisnis semacam ini tidak sehat dan bisa memicu permainan harga, kelangkaan dan sebagainya,” sergah Nasir.

Oleh karena itu,  legislator Daerah Pemilihan Kepulauan Riau ini meminta Pertamina untuk memperbaiki regulasi supaya distribusi gas subsidi 3 kg tidak dimonopoli pengusaha tertentu dan menjamin ketersediaan secara konsisten.

Menjawab soal kelangkaan gas 3kg, Ardhi Mokobombang selaku Direksi Pertamina menjelaskan bahwa Pertamina sudah mensuplai gas 3kg di atas kuota subsidi untuk mengatasi isu kelangkaan gas 3kg di masyarakat.

“Masalah biasanya timbul di pengecer karena mereka dibatasi saat membeli ke suplayernya. Sehingga timbul kepanikan sesaat, ditambah cepat viral sehingga masyarakat melakukan pembelian berlebih untuk stok karena khawatir kehabisan gas 3kg,” paparnya.

Pihaknya akan terus memastikan ketersediaan gas 3kg dan menghimbau supaya masyarakat tidak panik lalu membeli secara berlebihan.

“Langkah lainnya ke depan perlu didorong penambahan agen dan pangkalan gas sehingga terjadi pemerataan distribusi gas di masyarakat,” tutup Ardhi.

(Rimanews.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR