Masyarakat Ketapang Ancam Sweeping Warga Amerika

Masyarakat Ketapang Ancam Sweeping Warga Amerika

BERBAGI
Foto : Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/AFP

Ketapang, thetanjungpuratimes.com – Terkait banyaknya aksi penolakan kebijakan Amerika, yang secara sepihak telah mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, hingga saat ini menuai protes dari berbagai kalangan di Indonesia.

Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Ketapang juga menyayangkan hal ini, dan meminta agar Presiden Jokowi lebih aktif dalam melontarkan penolakan, bahkan mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas, dalam upaya menegakan hak dan kepentingan umat muslim maupun umat nasrani, seperti yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami selaku umat muslim yang cinta dengan perdamaian, mengutuk keras keputusan sepihak yang diambil oleh Presiden Amerika Serikat, karena kebijakan itu telah memperkeruh perjanjian lintas agama yang selama ini kerap dilanggar oleh Israel di tanah Palestina,” ucap Isa Anshari usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Ikhlas Kabupaten Ketapang.

Tak hanya itu, Isa juga mengancam akan melakukan aksi sweeping terhadap turis asal Amerika dan sejumlah badan usaha yang berkaitan dengan negeri paman sam itu, sebagai aksi balasan dalam membela penindasan terhadap rakyat Palestina.

“Kalau memang kondisi ini semakin parah, kami selaku warga Kabupaten Ketapang tak akan segan-segan melancarkan aksi sweeping di hotel-hotel untuk mencari turis manca negara khususnya Amerika untuk kami usir, bahkan beberapa badan usaha yang berkaitan dengan Amerika juga akan menerima imbasnya,” tegasnya.

Selain itu, Iwan Darmawan, salah satu warga mengakui, seluruh umat muslim di kota Ketapang merasa tersinggung dengan keputusan yang diambil oleh Presiden Amerika itu, yang bisa saja menuai aksi turun ke jalan untuk memprotes pemerintah Indonesia yang terkesan tak berani melancarkan protes keras kepada Amerika.

“Yang saye tau, seluruh umat muslim di Ketapang ni termasuk saye, sangat marah setelah membaca berita itu, dan kalau ade yang mengajak untuk demo di Ketapang saye akan turun, untuk memprotes pemerintah Indonesia yang menurut saye kurang tegas dalam menyikapi hal ini,” ujarnya kepada awak media.

Hingga saat ini, belum terlihat adanya aksi di Kabupaten Ketapang terkait semakin memanasnya suhu politik di Yerusalem, yang memang menjadi kota penting bagi tiga agama besar di dunia.

(Rizar/Muh)

TIDAK ADA KOMENTAR