Empat Kali Gempa, Pangandaran Tanggap Darurat Sampai 22 Desember

Empat Kali Gempa, Pangandaran Tanggap Darurat Sampai 22 Desember

BERBAGI
Foto: Pascagempa bumi di Desa Sumelap, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (16/12).

Pangandaran, thetanjungpuratimes.com – Kabupaten Pangandaran menyatakan status tanggap darurat karena diguncang gempa, Jumat (15/12) dini hari kemarin. Tanggap darurat dilakukan sejak kemarin sampai 22 Desember 2017.

Keputusan itu berdasarkan rapat kordinasi Tanggap Bencana Gempa Bumi Sabtu malam di ruang kerja Bupati. Rapat dipimpin Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

“Gempa bumi Tasikmalaya yang mengakibatkan banyaknya bangunan yang rusak, maka diperlukan tim verifikasi terpadu dan terintegrasi yang terdiri dari berbagai elemen dinas terkait, TNI dan POLRI, Relawan Penanggulangan Bencana dan masyarakat,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena dalam siaran persnya, Minggu (17/12).

Keadaan terkini Kondisi wilayah Kabupaten Pangandaran tidak ada masalah. Sementara Kerusakan fasilitas umum dan rumah akibat bencana masih sedang dalam proses update data.

Masyarakat diimbau tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir. Objek wisata Pangandaran pun sudah dibuka.

Pangandaran diguncang gempa 15 Desember malam lalu dengan kekuatan 7,3 SR.. Setelah ada pemutahiran data Press Release BMKG 15 Desember 2017 pukul 24:00:00 WIB telah terjadi Gempa Mag:6.9 SR. 18 menit kemudian, wilayah itu kembali diguncang gempa 3,7 SR. Lalu 35 detik kemudian gempa susulan terjadi 3,1 SR. Terakhir di pukul 00.58 WIB kembali terjadi gempa 2,6 SR.

Peringatan Dini Tsunami dicabut pukul 02:37 WIB. Ratusan rumah rusak dan ratusan orang luka-luka.

(Suara.com/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR