Konsorsium Perempuan Sukses Dorong Kelompok Perempuan Kembali Bertani

Konsorsium Perempuan Sukses Dorong Kelompok Perempuan Kembali Bertani

BERBAGI
Foto: Foto: Media breafing-mendorong kepemimpinan perempuan untuk penguatan ekonomi petani melalui pertanian berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat/Sukardi
Pontianak, thetanjungpuratimes.com – Penanggung jawab program Konsorsium Perempuan, sekaligus Direktur Gemawan, Laili Khairnur, memaparkan program inisiatif penguatan pengembangan ekonomi kelompok perempuan melalui pemberdayaan, dan pertanian berkelanjutan telah berjalan selama 1,5 tahun.Laili mengatakan, fokus pertama dari program konsorsium perempuan yakni melakukan penguatan kelompok perempuan melalui organisasi, dan serikat yang sudah terbentuk di dua kabupaten yaitu Sintang dan Kapuas Hulu.

“Fokus yang kedua itu penguatan ekonomi melalui pertanian berkelanjutan yang dikembangkan dengan metode ramah lingkungan serta penerapan metode hazton. Tak hanya itu, kita juga mengembangkan demplot tanaman obat, sayur, serta usaha lainnya di sekitar wilayah program,” paparnya, Selasa (19/12).

Jelang akhir program, dia mengungkapkan banyak capaian yang bisa dilihat dari 460-an petani yang telah dibina. Saat ini para kelompok perempuan tani sudah berhasil menjual produk yang mereka hasilkan seperti beras putih, merah dan hitam. Selain itu para kelompok perempuan ini juga menghasilkan produk kerajinan.

“Hal lain yang turut kita lakukan adalah mensinergikan kelompok perempuan tani dengan BUMDes yang kini sedang dibangun di masing-masing desa,” katanya.

Dia mencontohkan di Sintang yakni di Kecamatan Kelam Sejahtera, beberapa desa di sana mensinergikan BUMDes yang sedang dibangun dengan fokus ke wisata. Jadi, nantinya ada oleh-oleh dari desa tersebut yang dihasilkan dari kelompok perempuan itu, sehingga yang diharapkan itu desa ikut memfasilitasi pengembangan ekonomi perempuan melalui BUMDes.

Menurutnya saat ini pihaknya sedang menyelesaikan Policy Brief, di mana akan dimasukkan usulan bahwa tak hanya desa program saja tapi meyasar desa lainnya agar mampu mengakomodir kepengurusan perempuan dalam BUMDes. Oleh karena sudah terbukti ekonomi desa turut ditopang dari kegiatan ekonomi perempuan tersebut.

Jelang akhir program, ia menilai apa yang telah dilakukan Konsorsium Perempuan terhadap para kelompok tani ini cukup berhasil.

“Bagi kami melihat para ibu ibu petani ini yang begitu optimis tentu itu hal yang luar biasa. Bagi saya juga sangat senang sekali saat mendengarka cerita ibu dari Kapuas Hulu. Dulunya bagi si ibu pertanian tidak menjanjikan bagi mereka. Jadi banyak perempuan di Kapuas Hulu jadi penambang emas. Tapi begitu sekarang mereka lihat beras yang diproduksi juga bisa menghasilkan bagi mereka ,bahkan benih saja bisa mereka jual, sekarang mereka lebih memilih kembali ke sektor pertanian,” ungkap Laili.

Lewat program ini juga dihasilan product knowledge seperti buku, leaflet, film, dan policy brief.

Konsorsium Perempuan ini berisikan Lembaga Gemawan, PPSW Borneo, Yayasan Diantama, Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK), dan Simpai Kapuas. Program ini turut didukung oleh MCA-Indonesia.

Meski saat ini sudah ada 460-an petani perempuan yang tergabung di dalamnya, tapi ia meyakini para petani yang kini telah berkelompok dan membentuk serikat tersebut dapat mengajak rekan rekan yang lainnya.

“Kalau untuk Gemawan, PPSW, Diantama yang tergabung d Konsorsium ini sebenarnya telah memfasilitasi banyak serikat petani perempuan. Seperti di Sambas dan Singkawang ada Serikat Perempuan Pantai Utara. Mereka pun sekarang sudah mandiri bahkan mereka diandalkan di daerahnya. Kalau ada kegiatan pameran mereka yang diajak oleh karena sudah punya produk,” katanya.

(Sukardi/Faisal)

TIDAK ADA KOMENTAR